KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Digelarnya kegiatan rapat aksi dua dalam percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan di aula Bappedalitbang Gunung Mas, Kamis, 23 Februari 2023 bertujuan untuk menentukan rencana kegiatan penurunan stunting.

"Rapat aksi dua ini merupakan lanjutan kegiatan dari rapat aksi satu yang telah dilaksanakan kemarin, Rabu, 22 Februari 2023 yang mana dalam kegiatan hari ini membahas terkait rekomendasi dari aksi satu guna menentukan rencana kegiatan penurunan stunting di tahun 2024," ujar Kepala Bappedalitbang Gunung Mas Yantrio Aulia, Kamis, 23 Februari 2023.

Lanutnya, diharapkan kegiatan tersebut juga bisa memunculkan mana saja desa/kelurahan yang menjadi lokasi fokus (lokus) penanganan stunting di tahun 2024.

"Kegiatan rapat aksi dua ini diharapkan juga bisa memunculkan gambaran desa/kelurahan yang akan menjadi lokus penanganan stunting di tahun 2024," jelas Yantrio.

"Kita punya 26 indikator yang sudah dilaksanakan di setiap desa/kelurahan, dari indikator tersebut sudah memenuhi target atau belum. Hasil tersebut disandingkan dengan angka prevalansi stunting di desa/kelurahan, kemudian di analisis dan nanti akan terlihat mana desa yang akan dijadikan lokus penanganan stunting di tahun 2024," imbuhnya.

--page

Dalam rapat aksi dua ini, Yantrio menjelaskan ada narasumber yang didatangkan dari Tim Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Local Government Capacity Building for Acceleration of Stunting Reduction (LGCB-ASR) Regional Kalimantan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) Kemendagri guna membantu memberikan bimbingan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

"Mereka kita undang menjadi narasumber, membimbing kita, supaya kita bisa melaksanakna aksi konvergensi lebih maksimal. Bagaimana mengumpulkan data yang benar, bagaimana menganalisis data yang benar dan lainnya," tukas Yantrio. (RISKA YULYANA/J)