Untuk kesekian kalinya, fenomena tiang listrik rubuh di jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), Kotawaringin Barat (Kobar), kembali terjadi.
Selasa (1/3) dini hari, tiga buah tiang listrik beton milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di jalan tersebut diketahui tumbang dan mengakibatkan aliran listrik untuk wilayah Kolam dan sekitarnya padam. Pondasi tanah tiang yang lemah diduga sebagai penyebab tiga tiang beton tersebut rubuh.
Nusi salah seorang warga Kolam menuturkan, gangguan atau padam listrik di wilayah Kolam dan sekitarnya sudah berlangsung sejak Selasa dini hari sekitar pukul 00.10 WIB.
Sehingga, menurut perkiraannya, tiang-tiang listrik itu rubuh tak lama setelah padam listrik itu terjadi. Hingga Selasa siang aliran listrik di wilayah Kolam dan sekitarnya belum kembali pulih.
“Listrik sudah mati sejak jam 12-an tadi malam. Kemudian pagi tadi, waktu tadi saya ke Pangkalan Bun lewat jalan Kolam, rupanya ada tiga tiang listrik yang rubuh. Di kilometer (KM) 29 sampai KM 30 dari Pangkalan Bun. Kabel listriknya melintang di jalan. Kalau dilihat sih, kabelnya putus satu. Katanya sih sampai sekarang (siang) di Kolam masih mati listrik,” ujar Nusi, Selasa (1/3).
Terpisah, Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto mengatakan, rubuhnya tiga tiang listrik PLN di jalan Pangkalan Bun-Kolam ini diduga disebabkan oleh kondisi labil tanah pondasi, tempat berdirinya tiang listrik.
Akibat erosi tanah akibat hujan dan genangan air yang terjadi di jalan tersebut, pihaknya akan tetap melakukan penanganan perbaikan tiang dan pemulihan aliran listrik, apapun kendala dan kondisi cuaca yang sedang berlangsung. (RD/B-12)


