PRODUKSI padi di Kalimantan Selatan berdasar angka se­mentara pada 2015 meng­alami peningkatan 45 ribu ton bila dibanding dengan 2014.


Kepala Bidang Statistik Dis­tri­busi Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Arih Dwi Prasetyo menyebut­kan bahwa kenaikan produksi padi sepanjang 2015 men­ca­pai 2,18%. “Peningkatan produksi ber­dasarkan angka se­mentara 2015 mencapai 45 ribu ton de­ngan total produksi 2,14 juta ton,” ujarnya saat jumpa pers bulanan BPS, Selasa (1/3/2016).


Ia mengatakan, peningkat­an produksi padi terjadi hampir di seluruh kabupaten dan ko­ta di Kalimantan Selatan. Itu karena ada kenaikan area pa­nen seluas 13.080 hektare atau 2,63%.


Selain itu, kenaikan pro­duk­si juga disebabkan ada­nya upaya khusus untuk me­ningkatkan luas panen yang dilaksanakan instansi ter­kait dengan peningkatan area tanam. “Meski produksi mening­kat, produktivitas justru me­nu­run dari 42,05 kuwintal per hektare menjadi 41,87 ku­wintal per hektare atau tu­run 0,43%,” katanya.


Dari jenis padi yang dihasilkan, lebih dari 92% adalah padi sawah. Yang mana pada 2015 produksi padi sawah men­capai 92,05%, sedangkan pa­di ladang 7,95%.


Disebutkannya, sepanjang 2015 produksi padi sawah me­ngalami peningkatan bila di­bandingkan dengan 2014, de­mikian pula halnya deng­an padi ladang. “Produksi padi sawah pada 2015 me­ning­kat 1,75% jika dibanding­kan dengan 2014 dan padi la­dang 7,44%,” ujar dia.


Sementara itu, produksi pa­­di pada 2014 mencapai 2,09 juta ton gabah kering gi­ling. Sesuai angka tetap mengala­mi peningkatan 63,561 ton dari 2013. (Ant/B-3)