BORNEONEWS, Palangka Raya - Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di wilayah Kalteng ini tentunya memiliki potensi yang besar dalam rangka pengembangan sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan dan lain sebagainya.
Anggota DPRD Kalteng, Maruadi mengatakan pengembangan sektor strategis itu pastinya akan menemui sejumlah hambatan atau kendala dan untuk mengatasi hambatan tersebut perlu ada kolaborasi atau kerja sama antara pemda dan pemangku kepentingan baik di sektor swasta maupun masyarakat itu sendiri.
"Kolaborasi ini penting, karena pengembangan sektor strategis tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak tapi tanggung jawab bersama. Adanya pola kerja sama atau kemitraan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala yang menghambat pengembangan sektor-sektor itu," ujarnya, Jumat, 24 Februari 2023.
Ia menyebut dengan pola kerja sama atau kemitraan nantinya para petani akan mendapat kemudahan mulai dari kebutuhan akan ketersediaan bibit, pupuk maupun pakan, bantuan permodalan, maupun pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan usaha.
Selain itu, melalui pola tersebut juga akan semakin mendorong percepatan dalam pembangunan infrasturktur pendukung maupun pemenuhan sarana dan prasarana pendukung, seperti pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) maupun teknologi-teknologi lainnya yang sesuai dengan potensi masing-masing sektor.
--page
"Kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, maka pengembangan sektor strategis di Kalteng akan lebih optimal. Pembangunan akan berjalan lebih baik, yang terpenting adalah peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat akan tumbuh dengan baik," imbuhnya. (DONNY D/R)









