SELAMA 21 hari dimulai Selasa (1/3/2016), Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bakal menggelar Operasi Simpatik Telabang 2016. Operasi yang lebih mengedepankan teguran itu akan menurunkan 584 personel.
“Operasi Simpatik Telabang 2016 merupakan operasi simpatik kepolisian terpusat dengan melibatkan kewilayahan,” kata Waka Polda Kalteng Kombes Pol Suroto kepada wartawan, Selasa (1/3/2016).
Sasarannya, lanjut dia, menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas khususnya dikawasan tertib lalu lintas. “Operasi ini mengedepankan bimbingan dan teguran. Jadi bukan tindakan,” ungkapnya.
Kecuali, lanjut dia, jika terjadi sesuatu yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang, jelas akan ditindak. “Misalnya ada kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Khusus wilayah Palangka Raya, tempat utama yang menjadi prioritas digelarnya operasi tersebut, yakni di Jalan Imam Bonjol, Jalan RTA Milono dan Jalan Diponegoro. Meski demikian, bukan berarti polisi mengabaikan tempat lain dalam menggelar operasi itu.
“Terjadinya laka lalin adalah akibat dari pelanggaran. Artinya ada sesuatu. Makanya penyuluhan itu setidaknya dapat menghindari terjadinya laka lalin demi keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas,” paparnya.
Menurutnya, operasi tersebut juga dilakukan terhadap anggota polisi sendiri dengan tujuan agar anggota lebih sadar dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Sehingga polri bisa berbenah dan melakukan perbaikan.
(BY/B-10)








