BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah kesibukan aktivitasnya dr Natsha Vinski menyempatkan diri untuk memberikan motivasi dan mengajak generasi muda di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, untuk berkontribusi dan menjadi pioner pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan dalan Workshop Seminar dengan tema 'Pentingnya Peran Pemuda Dalam Mengembangkan Kabupaten Kotawaringin Barat', dan dihadiri para mahasiswa yang berlangsung di salah satu cafe di Pangkalan Bun, Jumat malam, 24 Februari 2023.
Natasha Vinski merupakan seorang dokter dan juga entrepreneur sukses. Perempuan yang punya bisnis mulai dari bidang kecantikan, jual beli helikopter dan jet pribadi ini mengungkapkan, Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki banyak potensi bisnis yang bisa dikembangkan.
"Kabupaten Kotawaringin Barat ini masih banyak hal yang brlum ada dibanding dengan kota metropolitan, jadi masih banyak peluang bisnis yang besar. Jadi masih banyak gap atau kekosongan yang bisa diisi dalan kaitannya bisnis di sini," ujarnya.
Untuk itu, peran pemuda saat ini sangat penting untuk kemajuan daerah Kotawaringin Barat ini. Maka, ia mengajak anak muda kobar agar berani memiliki Cita - Cita yang tinggi dan berupaya untuk mewujudkannya.
--page
"Anak muda harus bermimpi, dan terus bermimpilah selama engkau dapat bermimpi. Tapi bermimpilah dengan detail, misalnya ingin jadi Bos, itu harus spesifik Bos apa," tegasnya.
Istri dari Jery Borneo putra dari H Abdul Rasyid AS ini melihat ada salah satu sektor yang bisa dikembangkan di Kobar. Salah satunya ialah pariwisata Tourism, karena masih banyak yang belum siap, diantaranya yaitu Aksesibiltas, Amenity dan Atraksi.
"Dari 3 hal ini saja sudah bisa jadi peluang bisnis, misalnya Aksesibilitas yakni transportasi, penghubung kekota. Lalu Aminity, penginapan kemudian seperti toko souvenir atau kerajinan tangan, dan Atraksi yakni area wisata," jelasnya.
Jadi, harus memahami apa yang dimau para turis, karena para turis itu mau liburan, relaksasi, melihat yang belum pernah dilihat dan menbawa pulang sesuatu yang dia bisa ingat.
Jadi, Kobar ini sudah istimewa dengan keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan sudah internasional. Namun, masalahnya ketika turis itu datang ke Pangkalan Bun mereka tidak menginap di Kota Pangkalan Bun, tetapi langsung ke kapal dan menuju lokasi TNTP.
--page
"Tentu ini menjadi tugas bersama, dan menjadi peluang bagi generasi muda bagaimana mengelola untuk peningkatan ekonomi daerah," sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia merasa sangat bangga bisa sharing dan mencoba memotivasi anak Pangkalan Bun. Meski bukan orang asli asal daerah Kobar, namun ia merasa memiliki tanggungjawab untuk ikut serta membangun daerah dimana suami dan mertuanya berasal.
"Saya memang bukan orang asal daerah Kobar saya dari luar daerah dan bisa dibilang dari Jakarta, tapi saya menikah dengan orang asli sini dan punya anak juga yang menjadi bagian dari putra daerah," tuturnya.
"Maka saya merasa punya tanggungjawab untuk mempersiapkan anak - anak muda di Kobar, termasuk anak saya untuk mengembangkan daerah, termasuk anak saya menjadi bagian masa depan kota ini," ucapnya.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Wanti Septia Utami ini berlangsung lancar, dimana para peserta bebas bertanya terkait berbagai hal, termasuk peran wanita dalam pembangunan.
--page
Wanti Septia Utami yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kobar ini menambahkan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upayanya mengajak para generasi muda memperbanyak kegiatan positif, salah satunya kegiatan seminar.
"Saya merasa bahwa kita harus mempersiapkan generasi muda untuj siap berkompetisi kedepan. Karena mereka harus mempunyai banyak ilmu, sebelum terjun ke masyarakat," imbuhnya.
Wantu berharap, para pemuda di Kobar khsusunya para perempuan yang mandiri, hebat dan berwawasan keilmuan serta bisa menjadi pelopor di Kobar. (DANANG/J)









