Provinsi Kalimantan Tengah yang terdiri dari Palangka Raya dan Sampit mengalami deflasi 0,42% pada Februari 2016. 


Kedua daerah ini sama-sama mengalami deflasi. Sampit mengalami deflasi 0,44% dan Palangka Raya 0,41%. Meski begitu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menyebutkan, pihaknya tidak akan terlena dengan deflasi selama Januari dan Februari 2016.


"Walaupun kita mengalami deflasi dua bulan ini, kita juga tetap kaji apa dampaknya ke depan. Kita kan juga tidak ingin deflasi terus atau inflasi terus, kita perlu mengendalikan ini. Ada patokannya berdasarkan kondisi kita, BI menargetkan 4%, kalau Pemda 3%. Dan itu hitungannya per tahun," ungkap Asisten II Sekda Kalimantan Tengah Syahrin, Rabu (2/3/2016).


Ia mengatakan, penyumbang deflasi di Palangka Raya adalah daging ayam ras 0,19%, listrik 0,09%, bawang merah 0,09% dan sebagainya. Sementara untuk daerah Sampit, penyumbang deflasi terbesar adalah bawang merah 0,22%, tomat sayur 0,10%, ayam ras 0,09%, dan lainnya.


"Kami telah surati TPID Kabupaten/kota dan SKPD untuk kita membuat kompilasi seluruh rencana aksi. Nanti akan kita undang kabupaten/kota untuk membicarakannya lagi," tambah Syahrin.


Ke depan pihaknya juga akan membuat rencana tiga bulanan,meskipun sebenarnya inflasi hitungannya tahunan, tapi April nanti TPID juga akan melakukan evaluasi untuk memantau inflasi selama tahunan. (TESTI PRISCILLA/m)