BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Pemungutan Biaya dan Iuran Crude Palm Oil, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS Ahmad Munir mengatakan, tanpa disadari 24 jam sehari keberadaan sawit sangatlah dibutuhkan.
"Tanpa kita sadari 24 jam kita membutuhkan sawit mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi," kata Munir dalam rilisnya kepada Borneonews pada Sabtu, 25 Februari 2023.
Menurut Munir, hal ini juga telah dirinya sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Sawit Baik 2023 bertemakan Pentingnya Peranan BPDPKS Untuk Kesejahteraan Petani pada 20 Februari lalu di Sebatik, Provinsi Kalimantan Timur.
"Banyaknya kampanye negatif tentang sawit di Eropa adalah karena besarnya potensi dari sawit ini," tegas Munir.
Indonesia menurutnya memiliki perkebunan sawit terbesar di dunia namun saat ini banyak sawit yang berumur di atas 25 tahun sehingga sudah tidak produktif.
--page
"Untuk meringankan beban petani dari segi biaya dalam proses replanting maka hadirlah program peremajaan sawit rakyat atau PSR dari BPDPKS," jelas Munir dalam presentasinya.
Hadir pula dalam sosialisasi Wakil Bupati Nunukan Hanafiah dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara Ahmad Hermansyah. (TESTI PRISCILLA/H)









