BORNEONEWS, Nanga Bulik – Seorang penumpang perahu bernama Agus Sunardi (58), yang merupakan salah satu seniman asal Jakarta, warga Senen, Jakarta Pusat, tewas sesaat setelah dievakuasi menuju Desa Kina, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau. Korban meninggal dunia karena perahu yang ditumpanginya terbalik.
Babinsa Koramil Delang Praka Imam menjelaskan, peristiwa bermula saat perahu karet yang ditumpangi korban terbalik dan terseret arus di sekitar Riam Kemongi. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia.
“Dia (korban) berangkat dari Desa Beginci, Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) bersama rombongan yang berjumlah 27 orang, naik 4 buah perahu karet,” terang dia saat dikonfirmasi pada Minggu, 26 Februari 2023.
Berdasarkan penuturan salah satu saksi, lanjut dia, para rombongan seniman tersebut bermaksud menyusuri sungai menuju ke Desa Kina, Benakitan dan Batang Kawa. Nahasnya, pada saat memasuki wilayah perbatasan Kalteng–Kalbar (Riam Kemongi), salah satu perahu terbalik.
“Di sungai tiba-tiba ada batu, perahu yang mereka tumpangi menabraknya,” tutur Imam.
--page
Setelah terbalik, lanjut dia, para penumpang perahu kemudian menyelamatkan diri masing-masing. Mungkin karena panik, korban tenggelam terseret arus sungai sekitar 20 meter dari lokasi kejadian.
“Rekan-rekan korban langsung mengejar, lalu diangkat dari sungai, tapi nayawanya tidak tertolong dan meninggal dunia,” sebut Imam.
Terpisah, Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, rombongan seniman dari Jakarta itu
berangkat dari Kalbar menuju Kalteng dengan cara menyusuri sungai menggunakan perahu karet.
“Kemudian terjadi kecelakaan air di Riam Kemongi Desa Lubuk Kakap, Kecamatan Hulu sungai Kabupaten Ketapang, Kalbar, pada Rabu (22/2),” ujarnya.
--page
Mendapat informasi tersebut, kata Kapolres, pihaknya bersama Babinsa beserta warga sekitar melakukan evakuasi dan membawa korban menuju Desa Kina Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau.
“Korban sudah dibawa dari Desa Kina menuju Benakitan, selanjutnya menggunakan ambulan dibawa menuju ke Nanga Bulik,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/H)









