LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono mengajak perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di daerah setempat agar ikut terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal itu disampaikannya saat melakukan pengecekan sarana dan prasarana (Sarpras) damkar milik salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lamandau. Pada kegiatan itu, pihaknya juga menyaksikan simulasi pemadaman api ketika terjadi kebakaran.

“Saya meminta pihak PBS untuk terlibat dalam menagani pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah hukum Lamandau,” pinta Bronto. Minggu, 26 Februari 2023.

Menurutnya, pencegahan dan penanganan Karhutla di wilayah setempat bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi sudah merupakan tanggungjawab dari PBS. Untuk itu, ia meminta seluruh PBS aktif dalam melakukan langkah-langkah dalam penanganan dan pencegahan Karhutla.

“Saya ingin perusahaan tidak hanya menjaga kebunnya saja, Tetapi juga berkewajiban menjaga lingkungan seperti desa-desa di sekitarnya,” tegas Kapolres.

--page

Dikatakan Bronto, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau agar dapat melatih sumber daya manusia (SDM) di perusahaan perkebunan guna mengantisipasi karhutla, khususnya BPBD dan Damkar setempat.

“Dengan harapan agar SDM di PBS dapat melakukan antisipasi dini kalau terjadi karhutla di sekitar lingkungannya,” pungkasnya. (HENDI NURFALAH/H)