PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Syiah Kuala atau Unsyiah, Banda Aceh saat ini telah memiliki lembaga riset yang fokus pada kelapa sawit dan kelapa. Menurut Pelaksana Tugas Direktur Penyaluran Dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Zaid Burhan Ibrahim, Pusat Riset Kelapa Sawit dan Kelapa yang didirikan pada Juni 2022 tersebut berada di bawah binaan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat atau LPPM Unsyiah.

"Adanya pusat riset ini menjadi sebuah komitmen dari Unsyiah untuk menjadi salah satu lembaga pendidikan yang fokus terhadap kemajuan industri kelapa sawit nasional," kata Zaid dalam rilis kepada Borneonews pada Minggu, 26 Februari 2023.

Hal ini diketahui BPDPKS menurut Zaid saat pihaknya memberikan Sosialisasi Program Grant Riset Sawit Tahun 2023 di kampus tersebut.

Program Penelitian dan Pengembangan Sawit, lanjut Zaid, merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir.

"Hal-hal ini harus dilakukan demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan," bebernya.

Pada 2023 ini memang BPDPKS membuka kembali 'Call for Proposal' untuk Grant Riset Sawit jalur seleksi dengan batas pengumpulan proposal sampai dengan 28 Februari 2023.

--page

"Sejauh ini, sosialisasi kami disambut dengan antusiasme positif oleh universitas dan lembaga lainnya yang hadir dalam acara, baik secara daring maupun luring. Terdapat hampir 150 peserta yang bergabung dalam setiap acara sosialisasinya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/R)