DALAM dua bulan terakhir, realisasi penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau belum mampu mencapai target. Targetnya adalah 12 persen di akhir Februari atau 20 persen di akhir Maret 2016 mendatang, tapi faktanya hingga saat realisasinya baru mencapai 6 persen.
Hal tersebut yang mengemuka saat rapat pimpinan (rapim) Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (Tepra), yang dipimpin Wabup Lamandau Sugiyarto, di Bappeda, Rabu (2/3).
Diketahui juga target realisasi fisik hingga akhir bulan Februari 2016 lalu seharusnya berada di angka 12 persen. Begitupula dengan target realisasi keuangan yang seharusnya sebesar 10 persen.
Namun faktanya, secara kumulatif realisasi fisik hingga akhir Februari baru sebesar 6,24 persen, dan realisasi keuangannya baru 5,77 persen.
“Artinya, secara kumulatif penyerapan anggaran Lamandau saat ini masih di bawah 10 persen. Kondisi ini tentunya ini menjadi perhatian kita, bagaimana caranya agar kedepan bisa lebih dipacu. Pasalnya, biasanya pencapaian triwulan pertama akan sangat menentukan untuk penyerapan selanjutnya,” bebernya.
Terlebih lagi, lanjut dia, target sebesar 20 persen penyerapan anggaran pada triwulan I, baik fisik maupun keuangan sebagaimana diatur dalam pemerintah harus dikejar.
Namun demikian, wabup mengingatkan bahwa khusus untuk fisik, meski mengharap pekerjaannya tetap terus digenjot, pihaknya berpesan untuk tetap tidak mengenyampingkan segi kualitasnya.
Sementara, Kepala Bappeda Lamandau, Muriadi, mengatakan, ada SKPD yang realisasi keuanganya sudah di atas 10% hingga akhir Februari lalu. Akan tetapi tidak sedikit yang di bawah 10%.
“SKPD yang penyerapan anggaran berada diatas 10 persen di antaranya adalah BP3AKB, Kecamatan Menthobi Raya, Satpol PP, DPRD, KDH dan WKDH, serta DPKAD (SKPD). Sedangkan, SKPD lainnya masih dibawan 10 persen,” bebernya.
Dengan realisasi fisik dan keuangan hingga akhir Februari itu, maka masih terjadi deviasi dari target yang telah ditentukan.(HENDY NF/B-11)


