PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Direktur Penyaluran Dana, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Zaid Burhan Ibrahim mengatakan bahwa batas akhir pengumpulan proposal dalam program Grant Riset Sawit 2023 ialah hari ini, 28 Februari 2023.

"BPDPKS sudah berkunjung ke beberapa universitas di berbagai daerah di Indonesia untuk memberikan Sosialisasi Program Grant Riset Sawit Tahun 2023. Pada tahun 2023 ini memang BPDPKS membuka kembali 'Call for Proposal' untuk Grant Riset Sawit jalur seleksi dengan batas pengumpulan proposal sampai hari ini," kata Zaid pada Selasa, 28 Februari 2023 dalam rilisnya.

Zaid mengatakan bahwa sosialisasi bahkan sudah dilaksanakan sejak bulan Januari sehingga dapat dipastikan seluruh peneliti, pengajar, bahkan mahasiswa di universitas yang telah menerima sosialisasi tersebut telah mempersiapkan diri dan proposalnya sebelum waktunya berakhir.

"Dalam rangka memperluas wilayah penelitian dan sekaligus untuk peningkatan kapasitas lembaga penelitian, BPDPKS sudah melakukan sosialisasi dan capacity building ke beberapa wilayah diantaranya Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah," tuturnya.

Sosialisasi Program Grant Riset Sawit di berbagai kampus ini menurut Zaid dihadiri dan diisi secara bergantian oleh jajaran BPDPKS dan Komite Litbang BPDPKS. Mulai dari dirinya sendiri selaku Plt Direktur Penyaluran Dana dan Kepala Divisi Program Pelayanan, Arfie Thahar.

--page

Sementara dari Komite Litbang BPDPKS dihadirkan Prof Bustanul Arifin, Prof Didiek H Goenadi, Prof Udin Hasanudin, Prof Agus Haryono, Dr Darmono Taniwiryono, Dr Aiyen, Dr Saleh Mokhtar, Dr Tatang H Soerawidjaja dan Dr Arief RM Akbar yang memberikan kiat-kiat penulisan proposal penelitian yang berkualitas.

"Sejauh ini, sosialisasi kami disambut dengan antusiasme positif oleh universitas dan lembaga lainnya yang hadir dalam acara, baik secara daring maupun luring. Terdapat hampir 150 peserta yang bergabung dalam setiap acara sosialisasinya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/J)