BORNEONEWS, Palangka Raya - Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan bahwa akan segera dilakukan diteken komitmen bersama lintas kementerian guna mendukung program peremajaan sawit rakyat atau PSR.
"Untuk membangun komitmen lintas kementerian atau lembaga khususnya antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam rangkaian rakor ini akan dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mengakselerasi pelaksanaan program PSR," kata Andi dalam rilis yang dikirimkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS kepada Borneonews pada Selasa, 28 Februari 2023.
Hal ini disampaikan Dirjen Perkebunan dalam kegiatan rapat koordinasi sawit nasional dengan bertajuk Menjaga Resiliensi Perkebunan Indonesia 2023 dan Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat, Senin.
"Komitmen bersama ini diharapkan dapat mengeliminasi tantangan di tingkat lapangan, khususnya dalam pengurusan administrasi untuk kelengkapan persyaratan pengajuan usulan PSR," katanya lagi.
Sejak tahun 2017 sampai tahun 2022, lanjut Andi menjelaskan, capaian PSR sebesar 278.200 hektare, setidaknya terdapat 2,8 juta hektare luasan sawit rakyat yang potensial untuk diremajakan.
"Sejak diluncurkan, program PSR telah dilaksanakan di 21 provinsi dan 123 kabupaten/kota sentra perkebunan kelapa sawit dengan target per tahun seluas 180.000 hektar sesuai arahan Komite Pengarah BPDPKS," jelasnya lagi.
Memperhatikan capaian realisasi program PSR yang masih belum memenuhi harapan, lanjut Andi, diperlukan upaya strategis yang lebih konkret, sehingga pencapaian atas target seluas 180 ribu hektar per tahun dapat kita capai. (TESTI PRISCILLA)









