PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang menyampaikan bahwa penanganan stunting harus dilakukan dengan terintegrasi yakni dengan kolaborasi yang terpadu melibatkan pemerintah, pengusaha, swasta, tokoh agama, dan tokoh masyarakat serta berbagai pihak lainnya.

"Mulai dari organisasi perangkat daerah,canat, kepala desa dan semua pihak yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting dapat dengan segera melakukan rencana aksi yang telah ditetapkan sesuai tugas dan fungsi masing-masing," katanya.

Yang demikian guna mendorong penurunan angka stunting yang signifikan melalui rencana aksi yang dilakukan secara konvergensi, partisipatif dan kolaborasi.

Bahkan dirinya mengapresiasi advokasi dan edukasi peran pangan lokal untuk mencegah stunting di Pulang Pisau yang diinisiasi oleh Indonesia Gastronomi Community (IGC). 

"Saya selaku Bupati Pulang pisau mengapresiasi atas dipilihnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas sebagai percontohan penurunan stunting dengan edukasi pangan lokal melalui progran Dapur Sehat Atasi Stunting dalam upaya pemenuhan gizi yang seimbang," ujarnya.

--page

Bahkan dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut, ia berharap para peserta advokasi dan edukasi peran pangan lokal dapat berkontribusi, baik berupa pemikiran, masukan, dan saran untuk tindak lanjut serta implementasi edukasi pangan lokal dalam mencegah stunting pada anak-anak.

"Sehingga melalui kegiatan ini dapat menjadikan Pulang Pisau yang sehat, tumbuh berkembang, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia," tandasnya. (ahm)