BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf menjalin kerjasama dengan Merry Riana Group. Hal ini ditandai dengan dilaksanakannya acara penandatanganan Memorandum of Understanding atau MoU di Kantor Kemenparekraf kemarin di Kantor Kemenparekraf kemarin, 27 Februari 2023.
"Merry Riana Group menjalin kerjasama dengan Kemenparekraf di berbagai bidang, tidak hanya satu. Karenanya diperlukan MoU ini untuk menandai terjalinnya kerjasama tersebut," kata Merry Riana dalam rilisnya kepada Borneonews pada Selasa, 28 Februari 2023.
Motivator dan pengusaha berdarah Tionghoa-Indonesia ini menjelaskan bahwa bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Indonesia sangat luas sehingga jika dijabarkan satu per satu akan sangat panjang pemaparannya.
"Ekonomi kreatif ini bisa datang darimana saja dan dari siapa saja. Saya ambil contoh banyaknya ekonomi kreatif yang berasal dari rumah tangga," tuturnya usai penandatanganan berlangsung.
Jika seorang perempuan selalu diidentikan dengan hal yakni Kasur, Dapur dan Sumur, lanjut Merry Riana, nyatanya perbaikan ekonomi suatu keluarga kadang kala datang dari sektor "Dapur" rumah tangga ini.
--page
"Sudah banyak cerita bagaimana pelaku-pelaku usaha memulai bisnisnya dari dapur. Jadi jangan remehkan perempuan dengan Dapur, Kasur dan Sumurnya itu ya, karena ekonomi kreatif datangnya kadang dari dapur itu sendiri," beber sosok yang pernah kuliah di Universitas Teknologi Nanyang, mengambil jurusan E.E.E atau Electrical and Electronics Engineering ini.
Sementara itu, Menteri Parekraf, Sandiaga Uno mengatakan bahwa tugas Kementerian sangat besar untuk membangun ekonomi kreatif dan memunculkan iklim ekonomi yang nyata untuk pengusaha kecil.
"Tugas Merry Riana Group adalah edukasi serta invest an incubator. Merry Riana Group punya massa dan komunitas, mereka bisa mulai bergerak dari situ dulu dan kemudian bergerak keluar. Tentu karena Merry Riana Group punya medianya yang memiliki banyak penggemar baik itu di YouTube, Instagram dan sebagainya. Makanya kita perlu kerjasama untuk pengembangan ekonomi kreatif ini," terang Sandi.
Kisah Merry Riana memang telah melegenda. Maka tidak heran jika selain sebagai pengusaha, sosoknya yang menginspirasi juga membuat banyak orang kerap mengundangnya sebagai pembicara dan motivator.
Meskipun saat kuliah di Universitas Teknologi Nanyang itu dirinya memiliki banyak utang saat kuliah, kariernya membaik setelah lulus dan dia berhasil meraih pendapatan sejuta dolar pada tahun 2007. Pencapaiannya ini diberitakan dalam surat kabar nasional Singapura The Straits Times terbitan 28 Januari 2007.
--page
Pada 2006, Merry Riana menerbitkan buku pertamanya berjudul A Gift From A Friend yang berisi kisah pengalaman hidupnya selama di Singapura. Buku ini menarik perhatian publik Asia Tenggara, khususnya di Singapura.
Pada September 2011, Alberthiene Endah menerbitkan buku biografi berjudul Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar. Buku ini menjadi buku yang cukup laris di Indonesia pada waktu itu.
Dalam perjalanannya, Merry Riana mendirikan homebase salah satunya Merry Riana Group yang berisi orang-orang kreatif yang memiliki keinginan memajukan Indonesia bersama-sama.
Merry Riana bersama David Tjokrorahardjo membangun MD Co, yaitu sebuah Venture Builder yang berfokus pada Business Leadership Coaching dan Brand Development untuk membantu para entrepreneur membangun bisnis sejuta dolar pertamanya.
MD Co menaungi MD Community, yaitu komunitas bagi para entrepreneur di Indonesia. Di dalamnya diperlengkapi dengan Courses dan Coaching sehingga dapat membantu untuk mengerti skala dan strategi yang diperlukan dalam menciptakan perusahaan jutaan dollar.
MD Co juga menaungi MD Champions, yaitu perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan strategic partnership dengan MD Co. MD Champions berkesempatan untuk ber-partner bisnis dengan Merry Riana, David Tjokrorahardjo, maupun MD Coaches lainnya yang relevan dengan bisnisnya. Kini MD Co telah memiliki puluhan perusahaan di bawahnya. (TESTI PRISCILLA/J)









