PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Salah satu pelaku UMKM Kotawaringin Barat (Kobar), Sangbo telah sukses menjalankan usahanya di Arab Saudi hingga ke Eropa. 

Usaha Sangbo merupakan snack rumah tangga yang disajikan dengan praktis dalam bentuk kripik tempe. Usaha tersebut disajikan dengan rasa khas makanan Kobar yaitu Coto Manggala. Coto Manggala ialah makanan tradisional dari Kotawaringin Barat.

Tri Wahyuni, Founder Sangbo mengatakan, dia memulai usaha snack tersebut tidak langsung sukses seperti sekarang. Banyak perjalanan yang dilalui.

Sebelum membuka usaha snack Sangbo, dia bekerja di bagian travel dan tour. Lalu, pada 2020 atau masa pandemi COVID-19, muncul inisiatif berdagang makanan siap saji seperti rendang dan rica cakalang. 

Seiring berjalannya waktu sampai tahun 2023, Sangbo memfokuskan untuk memproduksi Kripik Tempe Coto Manggala. Ia kerap mempromosikan dan menjalin kerja sama dengan teman, pelanggan tour dan travel, tour guide peserta tour haji maupun umrah untuk menjadi reseller dan memasarkan Sangbo. 

--page

"Alhamdullilah responnya, setiap kali berangkat misalnya jemaah umrah ya, misalnya satu grup sampai 80, terus ada dua grup, nah kita, sampai membawa 500 bungkus untuk 1 trip. Kalau ke Turki lain lagi. Misalnya 3 grup, berarti sekitar 60 bungkus. Itu dalam 1 bulan-kan bisa ada 2 kali trip ke Turki. Kalau umrah kan setiap bulan pasti ada dan dalam 1 bulan itu, bisa 2 kali kita setor ke para muthowif atau reseller kita. Seperti itu," ceritanya, Selasa, 28 Februari 2023.

Dia menuturkan, pelaku UMKM harus mampu melihat peluang bisnis di sekitar lingkungannya. Menjalankan komitmen serta tidak patah semangat dalam menjalankan usaha. 

Tri Wahyuni juga memberikan pesan kepada pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Kobar. "Pesan saya buat adik-adik, teman-teman yang memulai usaha, jangan langsung otodidak terjun, tapi kita harus mencari ilmu. Istilahnya, belajar sana sini agar menimalisir kerugian," katanya.

"Rugi itu pasti ada dalam kita berdagang. Kita belajar pada ahlinya atau senior yang sudah pernah usaha sejenis yang kita pengenkan, belajar nomor satu sih agar menimalisir kerugian," imbuhnya. 

Ia juga menyarankan agar selalu membuka dan menjalin hubungan baik dengan siapapun dan tidak membeda-bedakan seseorang. Hal tersebut adalah langkah awal yang baik dalam observasi market dari pelaku usaha yang paham berdagang. (NURITA/Y)