SUASANA jalanan Kampung Bungur, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, terasa sunyi-senyap pada Selasa (1/3/2016) malam. Di tengah kegelapan, sebuah mobil GAZ 98 buatan Uni Soviet dan Mitsubishi Strada melintasi di kampung kawasan Kelurahan Raja, kecamatan Arut Selatan, itu.


Di tengah rintik hujan, mobil itu tiba-tiba berhenti. Dan, penumpang kedua mobil serta-merta keluar. Beberapa di antara mereka membawa senjata laras panjang dan lampu senter. Setelah briefing singkat, mereka membagi kelompok menjadi dua. 


Ternyata, ada yang mereka buru malam itu. Tetapi, sasarannya bukan orang. Mereka adalah Tim Anti Rabies Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, bersama anggota klub menembak.


Targetnya adalah seekor anjing gila, yang telah meneror dan menggigit empat warga Kampung Bungur secara membabi buta, termasuk yang tengah naik sepeda motor, Jumat pekan lalu.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Perlindungan Tanaman Distanak Kobar, Haryo Prabowo, menilai anjing gila tersebut terlalu berbahaya untuk dibiarkan. “Yang ini paling ganas dibanding anjing gila lainnya yang pernah menyerang warga di Kobar,” ujarnya. (Wahyu Krida/ B-10)