BORNEONEWS, Palangka Raya – Dokter Poli Klinik Anak RSUD Kota Palangka Raya, dr Franky Luhulima memberikan penjelasan mengenai penyakit kejang pada anak-anak. Dia mengungkapkan, kejang pada anak terbagi 2 kategori yakni kejang yang disertai dengan demam dan kejang tanpa demam.
“Kejang ada 2 jenis, kejang umum dan kejang fokal. Bentuk kejang umum yang sering dijumpai pada anak adalah mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti kelojotan, dan saat kejang anak tidak sadar tidak memberi respons apabila dipanggil atau diperintah,” katanya kepada Borneonews, Rabu, 1 Maret 2023.
Dia menuturkan, apabila menemukan anak mengalami kejang, yang bisa dilakukan yakni meletakan anak di tempat yang aman dan datar. Setelah itu, baringkan anak dengan posisi miring untuk mencegah tersedak.
“Sebaiknya tidak memasukkan benda apapun ke mulut anak, sebaiknya tidak berusaha menahan kejang dengan keras karena dapat menyebabkan komplikasi seperti patah tulang dan segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.
Dia melanjutkan, pencegahan kejang pada anak merupakan hal yang penting. Jika anak memiliki riwayat kejang demam, sebaiknya orang tua selalu berusaha menjaga jangan sampai si anak mengalami demam secara tiba-tiba.
--page
“Bila sudah demam, segera memberikan pertolongan untuk menurunkan demam, bisa dengan kompres hangat sampai dengan pemberian obat penurun panas. Bila si anak mengalami kejang tanpa demam, misalnya anak dengan epilepsi, maka anak harus diobati sampai tuntas,”pungkasnya. (PATHUR/Y)









