BORNEONEWS, Tamiang Layang - Ketua Komisi II DPRD Barito Timur Wahyudinnoor menyoroti antrian panjang kendaraan bermotor di SPBU Ampah Kecamatan Dusun Timur.
"Antrean sepeda motor, mobil dan truk panjang di depan SPBU Ampah dan ini cukup mengganggu perjalanan transportasi yang melewati jalan tersebut dan juga menyulitkan dalam hal pengisian minyak di SPBU Ampah," ujarnya kepada Borneonews, Rabu 1 Maret 2023.
Legislator yang berdomisili di Kelurahan Ampah Kota ini berharap permasalahan ini menjadi perhatian PT Pertamina (Persero) dan pengelola SPBU
Selain masalah antrian pembeli bahan bakar minyak atau BBM yang menggangu lalu lintas, Wahyudinnoor mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi seperti pertalite dan solar.
"Berkaitan dengan masalah proses penjualan solar dan pertalite apakah memang disalurkan kepada pihak yang memang berhak seperti pengguna transportasi umum atau lari ke pihak-pihak yang sebenarnya tidak berhak," ujarnya mempertanyakan.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa inj, kelangkaan BBM bersubsidi memicu antrian pembeli yang lebih banyak karena ingin menjual kembali dengan harga yang tinggi.
--page
Terkait kebutuhan pasokan BBM, lanjut Wahyudinnoor, saat kunjungan Anggota DPR RI Willy M Yoseph yang didampingi pihak Pertamina beberapa waktu lalu, DPRD Barito Timur telah meminta agar Pertamina menghitung kembali kebutuhan BBM di Barito Timur sehingga tidak terjadi kelangkaan.
"Tata kelola distribusi BBM dan penjualan di SPBU ini harus diperbaiki sehingga tidak menyebabkan antrian solar dan pertalite yang panjang. Selain mengganggu lalu lintas, kasihan pengusaha angkutan yang berhak atas solar subsidi mereka tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya. (BOLE MALO/R)









