PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kotawaringin Barat (Kobar) akan membantu dan menjadi fasilitator untuk meningkatkan potensi usaha dari wilayah Desa Natai Baru. 

Diketahui banyak sekali potensi-potensi wilayah maupun usaha di Desa Natai Baru yang bisa dijadikan pemasukan bagi warga lokal serta dapat meningkatkan ekonomi desa tersebut. Ada berbagai potensi seperti Kerajinan/Anyaman Purun, Ekoeduwisata, Silvofishery dan Agroforestry.

"Tujuan dari KPH kan kita ingin membentuk Kelompok Kehutanan Sosial nih, kami akan membentuk kelompoknya kemudian juga merancang unit-unit usahanya apa aja" ujar Anita Delina, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda dari KPH Kobar pada Rabu, 1 Maret 2023. 

KPH sedang merintis dan membentuk Kelompok Tani Hutan untuk pengusulan persetujuan pengelolaan hutan sosial. Perizinan pengelolaan hutan tersebut kurang lebih selama 35 tahun dan bisa diperpanjang. 

Maka dengan adanya perizinan, masyarakat secara resmi dapat memanfaatkan potensi alam wilayah Desa Natai Baru ataupun mendapatkan bantuan dari instansi terkait sehingga bisa meningkatkan penghasilan warga lokal setempat.

Anita menjelaskan juga masih banyak lahan-lahan yang dapat menjadi potensi usaha oleh warga Desa Natai Baru. 

"Harapannya lahan-lahan yang mungkin kritis, kalau sudah terbentuk kelompoknya nanti kan bisa diidenfikasi potensi wilayahnya, kalau sudah terbentuk" jelasnya.

KPH Kobar berkerjasama dengan sekolah STP Khoiru Ummah Pangkalan Bun yang menjadi volunteer dalam kunjungan Ekoeduwisata Anyaman Purun yang mana menjadi salah satu potensi usaha di Desa Natai Baru.

Dalam kunjungan tersebut, anak-anak tampak bahagia dan menikmati mulai dari pengambilan purun hingga mengolah purun menjadi barang rumah tangga seperti tas, tikar, besek (tempat makan), tempat tisu, tempat pensil, sedotan dan masih banyak lagi.

"Senang, jadi pelajaran kita pada hari ini adalah kreatifitas tidak terbatas jadi pakai bahan apapun itu juga bisa termasuk purun. Purun bisa dibuat untuk menjadi tikar, sedotan, tas, mungkin bisa topi, itu yang saya dapatkan setelah kunjungan ini" ujar Samsul, salah satu anak sekolah STP Khoiru Ummah Pangkalan Bun.

--page

Kunjungan Ekoeduwisata pertama kali di Desa Natai Baru sekaligus sebagai percobaan untuk pelajaran muatan lokal bagi pelajar Kobar, pihak KPH bersama Sekola STP Khoiru Ummah Pangkalan Bun akan berdiskusi lagi untuk melihat hasil kunjungan tersebut. 

"Saya juga sebagai perwakilan KPH yang mengusulkan itu ini logis gak ya, rasional gak ya, mudah gak ya dilakukan oleh ibu-ibu ini, mungkin kalau sudah mantap manajemennya jadi ibu-ibu ini meluangkan waktunya seharian untuk melatih anak-anak ini dan dia akan dapat income disitu" ujar Anita.

Setelah melakukan pengajuan perizinan tersebut dan mendapatkan verifikasi dari kementrian maka masyarakat Desa Natai Baru lebih leluasa, kreatif dan nyaman untuk menggunakan potensi alam sekitar.(NURITA/R)