Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Parimus meminta pemerintah kabupaten setempat jemput bola mempromosikan fenomena alam gerhana matahari total.
“Kami menyambut baik rencana pemkab yang akan menggelar berbagai event saat terjadinya gerhana matahari total. Tetapi promosinya juga harus ditingkatkan. Jangan sampai momen ini berlalu begitu saja tanpa ada suguhan menarik,” kata dia, saat dihubungi, Kamis (3/3/2016).
Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kotim itu apabila promosi tidak digencarkan, pasti masyarakat lokal maupun luar daerah yang menyaksikan gerhana matahari total yang dikemas dalam suguhan wisata itu sepi pengunjung.
“Ini momen langka, apalagi terjadinya gerhana matahari total juga bertepatan dengan hari libur. Sehingga saya kira ini kesempatan bagus menarik wisatawan,” ujar Parimus.
Gerhana matahari total yang diprediksi terjadi 9 Maret 2016 ini merupakan fenomena unik yang hanya terjadi 40 tahun sekali. Juga menjadi momen paling ditunggu wisatawan minat khusus dan para peneliti astronomi.
Fenomena ini dapat disaksikan secara utuh di Palembang, Bangka, Belitung, Ppalangka Raya, Balikpapan, Sampit, Luwuk, Ternate, Tidore, Palu, Poso, dan Halmahera.
Sementara itu, Pemkab Kotim telah menyiapkan berbagai acara yang dikemas dalam nuansa religius dan budaya saat terjadinya gerhana matahari total. Kawasan wisata kota Ikon Ikan Jelawat menjadi lokasi stragis dipusatkannya berbagai kegiatan wisata itu.
Menurut Kepala Bagian Humas Setda Kotim Multazam K Anwar, kegiatan dimulai dengan shalat gerhana matahari pada pukul 06.00 WIB di Masjid Al Madinatul Mubaroqah, di bawah koordinasi Kementerian Agama setempat.
Selanjutnya, acara diisi dengan pertunjukan tari tradisional yang menampilkan tari pesisir dan tari pedalaman, yang menceritakan filosofi gerhana matahari di Ikon Ikan Jelawat. Juga wisata kuliner makanan tradisional. Sambil menyaksikan fenomena gerhana matahari total, pengunjung diharapkan menikmati beragamnya jajanan tradisional. (M RIFQI/m)


