BADAN Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotim akan melibatkan sebanyak 498 petugas untuk melakukan sensus ekonomi pada Mei 2016 mendatang. Petugas ini sebagai mitra BPS selama satu bulan yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Kotim.

"Nama-nama petugas itu terpilih berdasarkan hasil seleksi ketat yang kami lakukan pada Februari lalu. Terpilih sebanyak 470 petugas pencacah lapangan," kata Kepala BPS Kotim Hery, saat dihubungi, Kamis (3/3/2016).


Dijelaskan, sensus ekonomi merupakan pendataan lengkap yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dan mencakup aktivitas ekonomi, kecuali sektor pertanian. Dengan adanya sensus ekonomi maka dapat mengetahui level dan struktur usaha ekonomi di Indonesia, lapangan pekerjaan yang ada dan informasi skala usaha.

“Mereka (petugas) dikontrak untuk melakukan pendataan dengan mendatangi rumah-rumah warga, termasuk sejumlah bangunan yang ada di daerah ini," jelas dia.


Menurut Hery, Sensus Ekonomi harus dilakukan karena setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan informasi yang valid dan akurat. Di mana Sensus Ekonomi juga dilaksanakan untuk mendapatkan informasi secara utuh terhadap perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan  kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.


"Sensus Ekonomi 2016 ini temanya adalah menyediakan informasi untuk pengembangan usaha dan daya saing bangsa. Ini memang tidak terlepas bahwa kita tahun 2016 ini sudah memasuki masyarakat ekonomi Asean, sehingga pemerintah harus punya data komprehensif tentang kondisi perekonomian," tuturnya.


Bagi peneliti atau akademisi bisa menjadi bahan penelitian ilmiah dan pengamatan bidang ekonomi. Dan bagi masyarakat bisa menerima kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah.

“Dalam Sensus Ekonomi 2016 yang akan diadakan mulai 1–31 Mei nanti kami berharap para pelaku usaha dapat lebih terbuka dan mau merespons pendataan sensus dengan baik. Karena semuanya untuk kepentingan bersama demi kemajuan perekonomian nantinya, dengan mengetahui sebatas mana perekonomian di suatu wilayah." (RF/B-7)