TIAP tahun ada saja persoalan yang menjadi penghambat fungsional jalan Pangkalan Bun-Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Salah satunya banjir. Sepekan terakhir, banjir dari Sungai Lamandau meluap dan menggenangi badan jalan. Komisi C DPRD Kobar menganggap daerah sekitar jalan tersebut perlu sarana pengendali banjir.


Ketua Komisi C DPRD Kobar, Rusdi Ghozali mengatakan, genangan air yang menenggelamkan badan jalan di jalur lintas Pangkalan Bun-Kolam itu tak lain diakibatkan karena air tersebut tidak bisa mengalir.

Seandainya jalan tersebut memiliki sarana pengendali banjir atau saluran air. Dirinya yakin, banjir di jalan itu tak akan terjadi. Pihaknya berharap, perencanaan yang sudah disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kobar mengakomodasi pembuatan saluran pengendali banjir.

Khususnya di titik-titik rawan banjir. "Rencananya pada 10-11 Maret kita juga akan monitoring dan evaluasi infrastruktur ke Kolam. Kalau di dalam perencanaannya belum ada. Berarti perlu dimasukkan.

Perencanannanya harus diubah. Harus dibuat saluran air atau semacam sodetan. Agar air luapan air atau genangan air hujan yang menenggelamkan badan jalan itu bisa mengalir," ujar Rusdi Ghozali.


Dirinya berharap pembuatan saluran pengendali banjir atau sodetan yang dimaksud bisa dilaksanakan tahun ini. Agar fenomena banjir di jalan yang masih dalam proses pembangunan tersebut tidak kembali muncul tahun depan.

Tahun ini, lanjut Rusdi Ghozali, dana yang akan dikucurkan untuk peningkatan pembangunan jalan Pangkalan Bun-Kolam sebesar Rp20 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2016.


Terpisah, Kepala Dinas PU Kobar, Agus Yuwono mengatakan, pihaknya setuju apabila di sekitar jalan Pangkalan Bun-Kolam dibangun sarana pengendali banjir. Akan tetapi, pembuatan saluran yang dimaksud perlu kajian mendalam.

Sehingga akan butuh waktu dan anggaran yang cukup untuk mengerjakannya. Namun, apabil memungkinkan dikerjakan tahun ini, dirinya menargetkan saluran pengendali banjir di jalan Pangkalan Bun-Kolam bisa mulai dibangun tahun 2017 mendatang.


"Kita harus observasi di lapangan. Apakah tinggi genangan di dua sisi jalan itu sama tingginya. Karena itu akan berbeda penanganannya," kata Agus Yuwono, Kamis (3/3). (RD/B-7)