BORNEONEWS, Palangka Raya - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengaku mendukung rencana pemerintah menghadirkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Semakin simple birokrasi tentu semakin senang. Karena jika birokrasi yang semuanya melalui printing itu ribet. IKD mungkin akan mempermudah urusan birokrasi kedepannya,” tutur Ketua Umum HIPMI Kota Palangka Raya Shehab E.Ependi, Jumat, 3 Maret 2023.
Namun dia mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan keamanan data kependudukan. Pasalnya, sebelum hadirnya IKD, kejadian kebocoran data kependudukan sempat terjadi.
“Digitalisasi melalui program dan aplikasi yang ada di handphone itu bisa membuat simple, tapi jangan sampai data kependudukan kita bocor ke pihak pihak yang tidak kita inginkan,” tuturnya.
Shehab berharap aplikasi untuk menyimpan data masyarakat memiliki kode keamanan yang cukup tinggi saat dibuka butuh butuh otentikasi lainnya baik melalui sidik jari atau yang lainnya.
“Semoga pemerintah membuat kebijakan yang bisa menjadi kepercayaan kita, misalnya seperti KTP elektronik dan digitalisasi, saat ini,” bebernya.
--page
Dia menilai pemerintah perlu membuat yang aman, karena dalam digitalisasi itu tinggi kerawanannya. Jika salah sedikit saja, data pribadi kita bisa bocor dan salah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Pembuat aplikasi yang ditunjuk pemerintah harus benar-benar orang yang bisa dipercaya tidak hanya membuat aplikasi, tapi juga bisa menjaga data yang ada di server kependudukan,” harapnya. (HERMAWAN DP/R)









