SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) yang dipimpin oleh Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Freismount Wongso melakukan observasi calon desa anti korupsi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis, 3 Maret 2023.

"Kami sedang melakukan observasi untuk calon desa anti korupsi di Kotawaringin Timur ada dua desa salah satunya saat ini kami berada di Mekar Jaya dan besok kami akan ke bagadang Hilir," kata Freismount, Jumat, 3 Februari 2023.

Dalam observasi tersebut tim akan menilai sesuai dengan 5 indikator yakni penguatan tata laksana, pengawasan, kualitas pelayanan publik, partisipasi masyarakat dan kearifan lokal. Indikator tersebut harus dipaparkan secara transparan oleh desa melalui website desa. 

"Itu sudah ada di desa jadi tidak ada hal yang baru sebenarnya yang kami lakukan Tetapi bagaimana Desa menjadi lebih akuntabel transparan," ujarnya. 

Ia menambahkan hasil dari observasi di desa Mekar Jaya akan dilaporkan kepada KPK pusat untuk selanjutnya akan dilakukan pemilihan desa percontohan anti korupsi Provinsi Kalimantan Tengah.

Kades Desa Mekar Jaya Setohadi, menyebutkan pihaknya telah mempersiapkan tahapan observasi. "Ada 5 komponen yang harus dijelaskan dan sudah tertuang di website desa kami," kata Setohadi.

--page

Ada 6 calon desa anti korupsi di Kalimantan Tengah yang tersebar di Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur. Masing-masing kabupaten terdapat 2 desa. Nantinya hanya akan dipilih 1 desa sebagai percontohan tingkat provinsi.

Namun bila desa di wilayahnya tidak terpilih, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor akan tetap menjadikan desa tersebut sebagai desa percontohan anti korupsi di kabupaten.

"Kalaupun nanti tidak terpilih kita akan tetap launching untuk percontohan desa anti korupsi Kabupaten," demikian Halikin. (DEWI PATMALASARI/R)