PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan untuk mempertahankan Adipura pihaknya akan mengoptimalkan fungsi dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

Sampah yang masuk ke TPST akan melalui proses pengolahan sampah dengan cara pemilahan sampah organik dan anorganik. Hal ini juga dalam rangka mendukung gerakan zero sampah anorganik yang sudah diterapkan sejak Januari 2023.

"Sampah organik juga akan dimanfaatkan sebagai pakan maggot, kemudian untuk sampah anorganik (plastik dan sejenisnya) dibakar yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk bahan lainnya yang bernilai tambah," katanya, Sabtu, 4 Maret 2023.

Dia mengatakan, salah satu komitmen pengelolaan lingkungan yang berhubungan langsung dengan Adipura adalah bagaimana kebijakan strategis dalam pengelolaan persampahan.

Pemerintah daerah juga harus mampu membuktikan kelayakan dan kualitas pengelolaan sampah mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan hingga pemrosesan akhir di TPA.

Manajemen persampahan yang dijalankan bukan hanya membuang sampah pada tempatnya lalu menumpuknya di TPA. Akan tetapi orientasi pengelolaannya harus mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat.

--page

"Selama 27 tahun kan kita gagal terus mendapatkan Adipura, karena penilaiannya bukan hanya jalan kota yang bersih tapi bagaimana sampah ini benar-benar terkelola dengan baik bahkan bisa memberikan sumber penghasilan bagi pekerja kita di lapangan. Ini yang menjadi harapan kita bersama," pungkasnya. (HENDRI/R)