BORNEONEWS, Pangkalan Bun- RSUD Sultan Imannudin Pangkalan Bun menyelenggarakan kegiatan Skrining Pemeriksaan Pendengaran Balita Gratis di Gedung Poliklinik lama pada Sabtu, 4 Maret 2023.
Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2023 yang jatuh pada 3 Maret dengan tema Kesehatan Pendengaran dan Perawatan Telinga Untuk Semua, Mari Kita Wujudkan Menjadi Kenyataan.
dr. I.B Ketut Suriadi K.M, Sp.THT.-KL, Dokter Spesialis THT-KL RSUD Sultan Imannudin Pangkalan Bun menyampaikan bahwa diperkirakan oleh WHO pada tahun 2050 akan ada sekitar 900 juta orang yang mengalami gangguan pendengaran.
"Apabila tidak dilakukan pencegahan dan pengendalian maka diperkirakan sekitar 1 dari 10 penduduk di dunia akan mengalami gangguan pendengaran seperti itu ya" ujarnya.
Dia mengungkapkan prevalensi di Indonesia cukup tinggi sekitar 4,6 persen dan menduduki urutan ke empat setelah negara Sri Lanka, Myanmar, India, dan Indonesia.
"Untuk saat ini diperkirakan ada 466 juta penduduk di dunia yang mengalami gangguan pendengaran dan 34 juta diantaranya adalah pada anak-anak. Angka ini juga sudah sangat naik drastis dari angka 5 tahun yang lalu yang diperkirakan sekitar 340 jutaan ya" ungkapnya.
Lalu, ia menyampaikan "Tetapi berita baiknya bahwa 50 persen dari kejadian gangguan pendengaran ini sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan ya, ada 5 gangguan pendengaran yang mungkin dapat dicegah kalau kita benar-benar konsen ya."
Lima gangguan pendengaran tersebut adalah infeksi pada telinga, ketulian yang diakibatkan oleh paparan suara bising, ketulian yang disebabkan tuli cacat lahir kongenital pada anak, ketulian akibat kotoran serumen sering terjadi pada anak sekolah, dan ketulian pada orang tua.
Mengendalikan 5 gangguan tersebut, diharapkan bahwa gangguan pendengaran bisa diminimalisir, artinya jumlah orang yang memiliki gangguan pendengaran bisa ditekan sehingga jumlah kasus yang diperkiraan WHO tahun 2050 dapat diminimalisir dari sekarang.
Selain itu, dr. I.B Ketut Suriadi K.M, Sp.THT.-KL, Dokter Spesialis THT-KL RSUD Sultan Imannudin Pangkalan Bun menyampaikan gangguan pendengaran juga dapat berpengaruh pada masa depan anak tersebut.
"Mereka akan kesulitan untuk berkomunikasi tentunya itu akan mengganggu dalam bekomunikasi di masyarakat, aktivitas sosial, dan juga pada usia dewasa tentunya akan sulit mencari pekerjaan ya" katanya.
--page
Ia mengajak masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kepada orang tua dan lainnya untuk memperhatikan kesehatan telinga, terutama pada anak-anak usia sekolah hingga 18 tahun karena angka ketuliannya cukup tinggi.
Kegiatan Skrining Pemeriksaan Pendengaran Balita ditunjukkan kepada anak-anak dengan usia 0 - 5 tahun, balita dengan keterlambatan bicara, dan balita curiga gangguan dengar.
Banyak sekali masyarakat Kobar yang mengikuti yaitu 103 pendaftar, mereka sangat antusias dalam memeriksakan anaknya pada kegiatan Skrining Pemeriksaan Pendengaran Balita pagi ini. (NURITA/R)









