KEBERADAANeks anggota Ormas Gerakan Fajar Nusantasa (Gafatar) di wilayah Kabupaten GunungMas (Gumas), terus dimonitor. Hal tersebut untuk mengetahui secara pastikeberadan dan kegiatan eks anggota Gafatar. Demikian disampaikan Kapolres GumasAKBP Pria Premos melalui Kepala Satuan Intelkan AKP Sugeng Rianto kepadawartawan di ruang kerjannya, Selasa (1/3/2016).


“Iya,kami tetap memonitor terhadap pengurangan mau pun penambahan jaringan meraka(eks anggota Gafatar). Kemudian anak – anak mereka kami akan melakukanpenganjuran pendidikan secara formal, seperti pada umumnya,” kata Sugeng.


Diamenyampaikan, beberapa waktu lalu cukup banyak eks anggota Gafatar yangmeninggalkan Kabupaten Gumas. Hal tersebut lantaran adanya isu terkaitpemulangan eks anggota Gafatar ke daerah asal mereka.


“Makadari itu sebagian besar eks anggota Gafatar di Gunung Mas, kembali denganswadaya. Alasannya mereka malu apabila dilakukan pengawalan – pengawalan sepertitahanan,” terang dia.


Diamenyampaikan, berdasarkan identifikasi yang telah dilakukan pihak Polres Gumas.Data awal eks anggota Gafatar di Kabupaten Gumas sebanyak 242 orang. Beberapawaktu lalu sekitar 49 sampai 60 orang meninggalkan Kabupaten Gumas.


“Menurutkami belum tenntu mereka (eks anggota Gafatar) kembali ke daerah asal. Denganalasan bahwa tanah mereka didaerah asal telah dijual,” terang dia.

Menurutdia, terhadap eks anggota Gafatar yang masih ada di Kabupaten Gumas. Pihaknyaterus berkoordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, dalam hal ini BadanKesbangpol Kabupaten Gumas. Melakukan identifikasi kembali berapa jumlah eks anggotaGafatar yang masih ada, kemudian program-program pembinaan terhadap eks anggotaGafatar.


“Kedepankita terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pemkab Gumas untuk penanganankhusus terhadap eks anggota Gafatar di Kabupaten Gumas,” terangnya.


Diamenambahkan, pihak kepolisian mengusulkan kepada Pemkab Gumas, untuk menyediakanorang tua asuh atau bapak angkat terhadap eks anggota gafatar.  Artinya, kelompok dari eks gafatar inidipecah dan dilakukan pembinaan oleh bapak angkat mereka.

“Contohnya,Dinas Peternakan dan Perikanan bisa mengangkat 6 orang untuk dipekerjakan dipeternakan serta dinas-dinas lainnya,” pungkas dia. (EP)