SEBANYAK 843 orang guru honorer pegawai harian lepas (PHL) sudah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur (Bartim).
Sedangkan jumlah tenaga honorer PHL yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten yang berjuluk Gumi Jari Janang Kalalawah ini secara keseluruhan berjumlah 1.602 orang.
“ Sedangkan sisa guru honorer PHL yang belum mendapatkan SK sebanyak 759 orang,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bartim Mahudi S Dhalib di Tamiang Layang Kepada wartawan di Tamiang Layang rabu, (2/3) kemarin.
Ia membeberkan sisa guru PHL sebanyak 759 orang tersebut belum diakomodir lantaran masih diverifikasi sesuai disiplin keilmuan individu para guru PHL dengan bekerjasama dengan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bartim.
Namun nantinya terangya, para guru PHL yang belum terakomodir akan di usahakan di tempatkan sesuai latar belakang pendidikan mereka.
“Kita pada dasarnya mencari guru PHL tersebut berbelatar belakang S1 atau minimal D3 untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar di dunia pendidikan di Kabupaten Bartim agar generasi yang dilahirkan berkualitas,”imbuhnya.
Ia menjelaskan selain adanya proses verifikasi, permasalahan yang terjadi karena adanya sebagian guru PHL yang mengundurkan diri dan permasalah latar belakang pendidikan guru dimaksud tersebut masih ada yang hanya tamat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).
“Kerena ditemukannya sejumlah permasalahan dimaksud, untuk itulah kami selektif dalam memverifikasi para guru honorer PHLyang ada guna menunjang kualitas dari dunia pendidikan di kabupaten,”terangnya.
Pihaknya berharap bagi para guru PHL ketika dalam proses belajar mengajar mampu memahami karakter serta potensi anak didiknya, sehingga anak didik dimaksud jelas Mahudi mendapatkan bayangan atau arahan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Ia mencontohkan, khusunya guru PHL yang mengajar taman kanak-kanak (TK) sangat berperan secara fundamental dalam menanamkan mental positif serta karakter, dan potensi anak didiknya sejak dini.
“Kalau seumpama latar belakang pendidikan guru yang mengajar hanya lulusan dibawah standar tentunya berdampak pada penataan mental positif, karakter dan potensi anak didiknya. Oleh Karen itu kami selektif dalam hal ini,”pungkas. (Amar/B-7).


