Kepala Kementerian Agama(Kemenag) Kota Palangka Raya Baihaqi menyerukan kepada warga Palangka Rayaterutama yang muslim, agar berhati-hati menyikapi fenomena detik-detik gerhanamatahari total (GMT) yang melintas di Palangka Raya.  Sebaliknya, ia menganjurkan agar melakukansholat gerhana sebagai bentuk ajaran sunnah Nabi Muhammad SAW.

Ungkapan Baihaqi yang menyeruagar umat berhati-hati, lantaran dalam konsep islam, gerhana matahari merupakansesuatu yang harus diwaspadai karena menyimpan bala’ yang bisa bersifatmerusakkan makhluq di bumi, bukan hanya manusia.

Disebut bahaya menurut dia,belakangan diketahui secara ilmiah disebut efek radiasi yang bisa merusakkankornea mata hingga berbuah kebutaan. Belum ada hasil penelitian mendalam bagiselain manusia (kebutaan) tadi apakah juga berlaku kepada hewan dan tumbuhan,karena peristiwa serupa puluhan tahun baru terjadi lagi dan tiga ratusan tahunlagi berulang terjadi untuk di kawasan yang sama sehingga penelitian tentangnyajuga sedikit.

“Kita anjurkan untuk tidakmelihat langsung. Sebab anjuran nabi juga begitu, makanya disunnahkan kitamelakukan shalat justru pada saat detik gerhana berlangsung tanpa melihatnya, bahkandiperintah berdoa agar dihindarkan bala’ atau mara bahaya akibat gerhana kepadamahluk di bumi,” ungkap Baihaqi, Kamis (3/3).

Terkait anjurannya terkait sholatgerhana, ia juga sampaikan pihaknya sedang menyiapkan lokasi untuk melakukansholat berjamaah di dalam masjid. Hanya saja soal masjid mana yang akanditetapkan,pihaknya masih berkordinasi dengan pihak terkait lainnya. Pilihannyaadalah apakah masjid Aqidah ataukah Nurul Islam.

“Perintahnya kan sholat di dalammasjid. Bukan di lapangan terbuka. Itu ya berhubungan anjuran agar tidak melihatlangsung tadi. Boleh saja umat islam melakukan sendiri tana berjamaah di rumahmasing-masing, hanya saja kalau berjamaah kan bisa ada khutbahnya,” terang dia.

Ia berharap ormas islam diPalangka Raya bisa bersama-sama berkordinasi untuk menyongsing GMT ini denganberibadah dan berdoa agar kota cantik dihindarkan dari mara bahaya dan musibah.(RZ/B-7)