PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Keseriusan pemerintah kabupaten pulang pisau dalam menekan angka stunting terus dilakukan. Dengan melaksanakan aksi program sibergizi diharapkan mampu mendeteksi dini stunting di Bumi Handep Hapakat.

Kepala Dinas Kesehatan Pande Putu Gina melalui kepala Bidang Promosi Kesehatan Masyarakat Yani menuturkan bahwa, aksi sibergizi itu adalah salah satu upaya pihaknya dalam rangka pencegahan dini stunting.

"Karena sasaran dari kegiatan ini adalah remaja putri terutama di sekolah, ibu hamil dan kelas ibu hamil dan posyandu. Yang bertujuan untuk pencegahan dini terkait stunting dan menekan angka kematian ibu hamil," katanya.

Ia menuturkan, dilaksanakannya sibergizi disekolah dengan cara makan bersama, senam bersama kemudian meminum tablet tambah darah secara bersama-sama minimal empat kali dalam satu tahun, namun untuk remaja putri mengkonsumsi table tambah darah tiap minggu.

--page

Yang mana bagi mereka mengkonsumsi tablet tambah darah itu terutama remaja putri sebagai persiapan saat mengandung tidak kekurangan darah. Begitu juga bagi ibu hamil sehat yang harus memeriksakan kehamilan secara teratur.

Di antaranya melakukan pemeriksaan dengan pihak nakes minimal enam kali selama masa kehamilan dan dua kali harus dengan USG, empat kali ke pihak nakes, dua kali ke dokter USG bertujuan melihat perkembangan bayi dalam kandungan.

Di mana guna mendukung hal tersebut, tiap desa dapat mengaktifkan posyandu sehingga adanya hal ini, saat ibu hamil hendak melaksanakan persalinan didukung dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang memadai.

“Selama kehamilan diwajibkan juga memakan obat penambah darah sehingga dapat dilakukan pencegahan dini stunting. Yang tak kalah pentingnya adalah dengan mengaktifkan posyandu guna mendeteksi dini anak yang beresiko stunting dan dengan segera melakukan pencegahan lebih awal," tandasnya. (ahm)