Banjir mulai merendam kota Buntok dan sekitarnya. Sejumlah kawasan di ibukota kabupaten berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus itu tampak terendam. 


Pantauan Borneonews, beberapa hari ini hujan lebat terus terjadi sehingga daerah aliran Sungai Barito dan Sungai Tabuk meluap. 


“Banjir langganan seperti ini sudah biasa terjadi, biasanya terjadi antara Januari - April,” ujar Damai Maleh, seorang guru di Buntok, kepada Borneonews, Jum’at (4/3/2016). 


Ia mengatakan, terlihat seperti di kawasan Sungai Tabuk, Karabung, Kelurahan Hilir Seper, Kelurahan Jelapat, Kelurahan Buntok kota, bahkan hingga ke Desa Pamait arah luar kota yang merupakan langganan banjir, terlihat genangan. 


Debit air terus naik hingga mencapai ketinggian sekitar 10–20 cm dari permukaan tanah. Kondisi ini diperkirakan terus terjadi, karena curah hujan di sekitar kota dan dari arah hulu terus terjadi, terutama pada malam hari.   


Dalam kota Buntok, ada beberapa pemukiman yang merupakan langganan banjir, seperti di kawasan Jalan Pelita Raya, AMD I dan Jalan Kelurahan.


“Walau belum sampai merendam rumah, namun kita tetap berjaga-jaga, Mas. Terutama saat mengamankan perabotan rumah tangga apabila banjir nantinya,” ujarnya. 


Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan (Barsel), Mandiodi mengatakan, pihaknya akan jemput bola terkait datangnya musibah banjir kali ini. 


Jemput bola itu dengan cara mendatangi rumah warga yang terkena banjir, terutama yang berada di pinggiran daerah aliran Sungai Barito.

 

“Kita juga menyiapkan 400-an paket makanan siap saji kalengan serta 650-an paket sembako berisi mi instan, ikan kaleng, kopi, teh, gula, minyak goreng, dan lain-lain yang merupakan bantuan BPBD provinsi,” jelasnya. 


Informasi lainnya yang berhasil dihimpun, ada beberapa kecamatan khususnya desa di bantaran Sungai Barito, seperti Pendang, Kalahien, Penda Asam, Marawan Lama, Gunung Rantau, Baru, Muara Talang, Babai serta Desa Sungai Jaya mulai merendam perumahan warga. 


Bahkan banjir juga merendami tanaman padi dan tanaman perkebunan  lainnya milik warga. Warga pun berharap banjir kali ini tidak sampai menimbulkan kerugian seperti banjir tahun-tahun sebelumnya. (URIUTU DIAPER/m)