Penemuan ratusan potong kayu kebun jenis tilap dan durian oleh aparat Polres Barito Selatan (Barsel) di daerah aliran Sungai Barito, tepatnya di Desa Penda Asam, masih misterius.
Kapolres Barsel AKBP Sukron melalui Kasat Reskrim Ahmad Budi Martono mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih menyelidiki kepemilikan kayu-kayu tersebut.
“Beberapa saksi sudah kita panggil untuk diminta keterangan. Namun dari hasil pemeriksaan, tak satu pun dari saksi yang bisa memberikan informasi siapa pemilik ratusan potong kayu tersebut,” kata Ahmad Budi Martono kepada Borneonews, Kamis (3/3/2016) sore.
Polisi masih terus mendalami dan menyelidiki untuk mengetahui siapa pemilik kayu tak bertuan itu. Sejumlah saksi di lokasi tertambatnya rakit ratusan kayu sudah dimintai keterangan.
Apabila penyelidikan pihaknya tak membuahkan hasil, artinya polisi tidak mengetahui siapa sebenarnya pemilik ratusan kayu itu. Tindak lanjutnya akan dilimpahkan ke Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Barsel.
Sementara itu Sekretaris Dishutbun Barsel Edi Purwanto mengatakan, terkait temuan ratusan kayu di Sungai barito itu, pihak kepolisian meminta kepada Dishutbun untuk bersama-sama membentuk tim.
Tim yang dibentuk, lanjut dia, nantinya akan turun ke lapangan, guna melakukan pemeriksaan terkait jenis-jenis dari ratusan kayu tak bertuan itu.
“Pastinya dalam waktu dekat tim gabungan akan turun ke lapangan,” ujarnya. (URIUTU DJAPER/m)


