SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakn perlu gencarkan sosialisasi penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayah ini.

"Memang untuk membantu Disdukcapil perlu program sosialisasi IKD karena blanko KTP sering kosong," kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Selasa, 7 Maret 2023.

IKD merupakan hal baru bagi masyarakat. Bahkan sebagian besar belum mengetahui keberadaan aplikasi IKD, sehingga perlu sosialisasi agar masyarakat mengetahui manfaat dan melakukan instal aplikasi IKD. 

"Kami sangat mendukung dan akan turut serta menyosialisasikan aplikasi IKD yang akan kami lakukan bulan April dan Mei," ujarnya. 

Riskon membeberkan beberapa manfaat penggunaan aplikasi IKD yang mampu mempermudah akses berbagai layanan masyarakat. Karena di dalam IKD telah terhubung berbagai layanan masyarakat yang terintegrasi NIK pengguna. Bahkan pengguna IKD sebagai kepala keluarga dapat mengakses KK di dalam sistem aplikasi tersebut.

Selain itu, keberadaan IKD juga menjadi solusi kekosongan blanko KTP yang sering kosong di Disdukcapil Kotim. 

"Kuota adminduk setiap tahun akan terus bertambah. Jadi ini sangat bermanfaat, dukcapil tidak perlu mencetak KTP lagi. Karena blanko KTP sering kosong," bebernya. 

--page

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotim Agus Tripurna Tangkasiang menuturkan capaian penggunaan IKD di wilayah ini masih sangat rendah, yakni sebanyak 564 jiwa atau 0.18 persen dari wajib KTP 308.309 jiwa. Sementara Disdukcapil menargetkan tahun 2023 pengguna IKD mencapai 25 persen dari wajib KTP. 

"Masih sangat kecil sekali yang sudah setting IKD di HP android," demikian Agus. (DEWI PATMALASARI/R)