Balikpapan mendapatkan jatah 4.000 sambungan gas rumah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).


"Pada bulan ini rencananya dilakukan pencanangan di sini di Kelurahan Karang Jati," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, di Balikpapan, Sabtu (5/3/2016).


Pembangunan jaringan gas itu menjadi cara untuk mendukung program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Ini juga untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan BBM.


"Harapan kita dapat lebih, bahkan Tarakan mendapat 21.000 sambungan gas rumah kerena di sana gas alamnya ada di tempat. Kalau di Balikpapan, harus ditarik dulu," kata Rizal.


Ia berharap pada 2017 mendapatkan sambungan gas rumah yang lebih banyak lagi untuk masyarakat.


"Belum tahu ditarik dari gas mana, apa Total atau dari mana?" kata Rizal.


Perseroan Terbatas Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam sektor energi menjadi salah satu yang berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan gas bumi sebagai sumber energi di Indonesia.


Salah satu yang dilakukan adalah dengan membangun jaringan gas rumah tangga dan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). ANTARA