BORNEONEWS, Palangka Raya - Program Grant Riset Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS telah memasuki tahun keempat sejak dilaksanakan pada tahun 2016, 2018, 2021, dan kini 2023. Tahun ini, kemeriahannya lebih terasa dengan hadiah yang juga tidak sedikit mencapai Rp50 juta hanya untuk juara pertama, ditambah juara kedua sebesar Rp35 juta dan Rp25 juta untuk juara ketiga.
Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 8 Maret 2023 mengatakan bahwa program ini diawali dengan proses penyampaian proposal pada Februari 2022 lalu.
"Sejak dibukanya pendaftaran pada 1 Februari 2022, BPDPKS menerima sebanyak 351 proposal yang diusulkan oleh para mahasiswa S1 dan Diploma dari seluruh Indonesia," kata Eddy.
Setelah melewati serangkaian seleksi maka telah ditetapkan 30 riset yang layak didanai dan mewakili seluruh bidang penelitian antara lain budidaya-lahan-tanah, biomaterial, bioenergi, pangan-kesehatan, lingkungan, pengolahan limbah, serta sosial ekonomi-manajemen-teknologi Informatika dan komunikasi.
"Tiga puluh kelompok penelitian ini kemudian melaksanakan kegiatan penelitian yang didanai oleh BPDPKS dengan dana maksimal Rp20 juta dalam jangka waktu 8 bulan," bebernya.
--page
Berdasarkan hasil monitoring, evaluasi dan hasil penilaian laporan akhir, lanjut Eddy, Tim Penilai Lomba Riset Sawit kemudian menetapkan 10 besar penelitian yang tampil pada Acara Final Lomba Riset yaitu Agung Lucky Pradita dari Universitas Sebelas Maret, Choirunnisa Salsabila dari Universitas Lampung, Desvita Pitri dari Universitas Islam Sumatera Utara, Ibnu Tryansar Purba dari Universitas Sebelas Maret, Mutiah Suha Aditha dari IPB University.
Kemudian Naftali Canadian Putra Yakup dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Naila Khoirina dari Universitas Negeri Semarang, Oktaviani dari Politeknik LPP Yogyakarta, Olivia Abira Rajagukguk dari Universitas Sumatera Utara dan Rifka Fariyanti dari Universitas Lampung.
"Dilaksanakan di Yogyakarta pada 1-2 Maret 2022, 10 finalis ini kemudian bertanding menampilkan hasil penelitian yang terbaik kepada para Tim Penilai Lomba Riset Sawit BPDPKS yang terdiri atas Prof Erliza Hambali, Dr Verina J Wargadalam, Prof Dr Gustan Pari, Dr Aiyen, Dr Ir Donald Siahaan, Dr Ir Bandung Sahari, dan juri tamu Dr Tony Liwang," bebernya.
Maka keluarlah Mahasiswa Universitas Negeri Semarang atau UNNES yang terdiri dari Naila Khoirina, Isifaul Amla’ah, Nisrina Lutfi Apriliani, dan Shoffanisa Afia Zahra sebagai juara I Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2023. Kemudian juara II diraih oleh Universitas Sebelas Maret oleh Agung Lucki Pradita dan tim, serta juara III diraih oleh Universitas Sumatera Utara oleh Olivia Abira Rajagukguk dan tim. (TESTI PRISCILLA/J)









