BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Abdul Razak melakukan reses perseorangan di Dapil III Kalimantan Tengah 2023, dengan bertemu sejumlah masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Rabu, 8 Maret 2023 sore.
Salah satunya, Politisi Partai Golkar ini bertemu dengan masyarakat di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan. Dalam resesnya, hal yang menjadi atensi adalah soal pendidikan dan kesehatan.
Karena menurut Abdul Razak, dua hal tersebut adalah penentu dalam meningkatkan sumberdaya manusia (SDM), dan sebaliknya jika dua hal tersebut tidak ditingkatkan maka SDM juga akan susah berkembang.
"Atensi saya dalam reses ini tentu hal menyentuh masyarakat yaitu pendidikan dan kesehatan, karena SDM berkualitas itu tergantung bagaimana membangun sektor pendidikan dan Kesehatan. SDM akan baik dan berkualitas, jika pendidikan dan kesehatan berjalan dengan baik," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya berupaya mendorong agar pembangunan pendidikan dan kesehatan di daerah dapat berjalan lancar dan maksimal. Sehingga, dengan SDM yang maju, maka daerah pun juga akan semakin maju dan berkembang.
--page
Selanjutnya, menanggapi beberapa usulan atau aspirasi dari masyarakat Kelurahan Mendawai, secara garis besar hampir sama dengan daerah lain di Dapil III, seperti Lamandau dan Sukamara, yaitu terkait pembangunan infrastruktur.
"Usulan masyarakat ini rata - rata berkaitan dengan infrastruktur jalan, drainase, jembatan, sarana pendidikan dan kesehatan serta pembukaan lapangan pekerjaan," ungkapnya.
Tentu, pihaknya akan berupaya agar usulan masyarakat ini dapat direalisasikan. Tentu, pihaknya juga akan memilah, mana yang menjadi wewenang pemerintah Kabupaten dan Provinsi.
"Jika itu menjadi wewenang Kabupaten silahkan usulkan ke Bupatinya Jika berkaitan kewenangan Provinsi kita akan perjuangankan. Akan tetapi, jika itu sangat urgent untuk masyarakat dan kabupaten belum mampu, maka bisa diusulkan ke Provinsi dan kita cari formulanya," imbuhnya.
Abdul Razak menambahkan, untuk merealisasikan usulan masyarakat itu selalu terkendala dengan masalah keterbatasan anggaran. Sehingga, hal ini harus disikapi dengan bijak, bagaimana menggunakan anggaran yang terbatas untuk kepentingan yang benar - benar menyentuh masyarakat.
--page
"Saya selalu sampaikan, kendala anggaran terbatas jangan menjadikan kita pesimis dan minder. Maksimalkan dengan anggaran dana yang ada. Saat ini sudah waktunya bangkit," pungkasnya. (DANANG/H)









