BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendikbud Ristek RI, Profesor M Faiz Syuaib mengatakan bahwa riset atau penelitian merupakan bentuk penggerak bagi perubahan bangsa.
Hal ini dikatakannya Prof Faiz saat menjadi narasumber dalam acara final Program Grant Riset Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, seperti tertuang dalam rilis kepada Borneonews pada Rabu, 8 Maret 2023.
"Riset menjadi penggerak perubahan suatu bangsa sehingga menjadi bangsa yang mandiri dan maju," kata Prof Faiz Syuaib dalam mengawali pidatonya.
Indonesia merupakan negara yang memiliki perguruan tinggi terbanyak di dunia, setidaknya tercatat sebanyak 320.052 dosen dan 8.992.907 mahasiswa yang terdaftar secara nasional.
"Dengan kekuatan SDM yang dimiliki dan sumber daya yang melimpah, seharusnya sudah banyak riset yang dihasilkan. Mahasiswa diwajibkan melakukan riset sebagai syarat kelulusan, Dosen diwajibkan melakukan riset sebagai syarat profesi.
"Apabila hasil riset dapat dilanjutkan dan ditilik potensi kebermanfaatannya, saya yakin Indonesia akan memiliki daya saing unggul," ujar Prof Faiz.
Program Grant Riset Sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS telah memasuki tahun keempat sejak dilaksanakan pada tahun 2016, 2018, 2021, dan kini 2023.
--page
Tahun ini, kemeriahannya lebih terasa dengan hadiah yang juga tidak sedikit mencapai Rp50 juta hanya untuk juara pertama, ditambah juara kedua sebesar Rp35 juta dan Rp25 juta untuk juara ketiga.
"Sejak dibukanya pendaftaran pada 1 Februari 2022, BPDPKS menerima sebanyak 351 proposal yang diusulkan oleh para mahasiswa S1 dan Diploma dari seluruh Indonesia," kata Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrachman. (TESTI PRISCILLA/R)









