PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Citra Borneo Indah (CBI) Group dan Sawit Sumbermas Sarana bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Barat (Kobar) mengadakan kegiatan donor darah "Badan Sehat, Pahala Dapat" di Abdul Rasyid Tower, Kamis, 9 Maret 2023. 

Administrasi UDD (Unit Donor Darah) PMI Kobar Hartati Ambarwati menyampaikan, stok darah yang masih tersedia mulai dari golongan A, B, O, AB. 

"Kalau untuk stok saat ini yang aman masih golongan darah A, B dan O masih aman, masih di atas 10 kantong. A nya 16 kantong, B nya 38 kantong, O nya 60 kantong, AB nya ini yang saat ini kurang yaitu hanya tersisa 1 kantong," ujarnya.

Kemudian Hartati mengatakan bahwa saat ini UDD PMI Kobar juga mempunyai stok trombosit yaitu golongan darah A sebanyak 3 kantong, B sebanyak 5 kantong, O ada 3 kantong sedangkan stok golongan darah AB belum ada. 

"Jadi harapannya nanti setelah kita ambil darah dari sini bisa kita proses untuk menjadi trombosit dan plasma itu. Satu kantong yang 350 mili itu bisa jadi trombosit dan plasma juga, jadi ada tiga komponen nanti yang bisa dibuat," katanya.

--page

Sedangkan untuk bulan Ramadan pihak UDD PMI Kobar akan terus menyiapkan stok darah agar nantinya bisa digunakan oleh pasien darurat yang memang memerlukan donor darah. 

"Jadi harapannya kita sudah banyak kegiatan sebelum bulan Ramadhan jadi mudah-mudahan nanti bisa tercukupi kalaupun tidak mungkin nanti bisa, biasanya ada kegiatan dari gereja. Kalau buat Ramadhan kan muslim yang berpuasa jadi untuk yang nonmuslim bisa, biasanya ada jadwalnya selalu dari gereja," kata Hartati.

Dia menyampaikan bahwa melakukan donor darah di bulan Ramadhan baiknya saat pagi hari setelah sahur, sebelum buka puasa ataupun bisa dilakukan setelah buka puasa. 

Lalu tak lupa ia mengajak kepada masyarakat Kobar untuk melakukan donor darah.

"Ayo untuk masyarakat Kobar, kita sama-sama membantu, berpartisipasi upaya menyelamatkan masyarakat yang membutuhkan yaitu masyarakat yang sedang sakit yang membutuhkan darah terutama ibu-ibu dalam kondisi melahirkan dan anak-anak risiko tinggi," ajaknya. (NURITA/J)