TINGGINYA curah hujan diwilayah Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya (Mura) membuat akses menuju DesaBahitom Kecamatan Murung terputus.

Ketika hendak mendatangipasar Bahitom dan ke kota Puruk Cahu, warga harus menyebangi jalan menggunakanrakit yang sudah disiapkan warga setempat.

Untuk satu kendaraansepeda motor dan perorang dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 untuk sekalipenyeberangan, baik menuju kota Puruk Cahu atau ke Desa Bahitom.

"Banjir sudah mulaisejak Sabtu pagi, masyarakat memang kesulitan menyeberangi jalan jika tidakdibantukan dengan rakit kayu yang disiapkan oleh warga," kata Satpam pasarBahitom, Merson, Sabtu (5/3) sore lalu.

Menurut Merson, untukkendarangan mobil atau truk tetap tidak bisa melintas jalan yang tergenangbanjir.

"Untuk mobil atautruk tidak bisa melintas karena ketinggian air mencapai kurang lebih 1,5 meter,sehingga memang lumpuh total untuk roda empat. Untuk roda dua jika tidakdibantu rakit kayu tidak bisa melintas," ungkapnya.

Dengan begitudisampaikannya juga kendaraan roda empat dan enam yang bertujuan ke Bahitomterpaksa diparkir di kawasan pasar Bahitom.(SU/B-7)