BORNEONEWS, Palangka Raya - Sudjianto Aji Sumarso, Kasubid Perwasitan Bola Voli, Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia ( PP PBVSI) menyebut Provinsi Kalimantan Tengah termasuk provinsi kekurangan wasit voli berlisensi nasional. Tentu dampaknya besar dengan perkembangan prestasi olahraga voli itu sendiri.
"Keberadaan wasit memiliki lisensi berdampak fositif dengan perkembangan olahraga prestasi di daerah," terangnya, Kamis 9 Maret 2023 di Palangka Raya.
Ia mengapresiasi positif pelatihan wasit dasar atau lisensi D se Kalteng yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng memperbanyak wasit daerah.
"Pemegang lisensi dasar bisa dibantukan masuk aparat pertandingan bila ada turnamen voli skala nasional," urainya.
Kasubdit perwasitan PP PBVSI meminta paserta pelatihan wasit se Kalteng terus meningkatkan kualitas kemampuan sebagai wasit.
"Bila ada peningkatan pelatihan wasit nasional C di luar hendaknya ikut agar kemampuan wasit bisa bertambah," terangnya.
Ditambahkan, Wakil Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Kalteng, Martion mengakui kekurangan wasit voli di Kalteng.
--page
"Kalteng punya wasit lisensi nasional C sekitar 25 orang tersebar se Kalteng tapi ada berapa kawan sudah meninggal," ucapnya.
Dengan pelatihan wasit dasar digagas Dispora Kalteng, Pengprov PBVSI menyambut baik sangat berterima kasih.
"Idealnya tiap kabupaten dan kota punya wasit minimal 10 orang baik lisensi nasional atau lisensi dasar," terangnya.
Didasari, jalan pertandingan bola voli, jumlah wasit menimal lima orang terdiri wasit utama, wasit kedua, wasit pencatat angka serta dibantu dua orang hakim garis berdasarkan aturan resmi Faderasi Bola Voli Dunia (FIVB). (APRIANDO/R)









