MESKI naiknya debit air tidak begitu cepat, namun banjir yang melanda kota Buntok dan sekitar sudah mulai merendami sejumlah rumah penduduk berikut lahan persawahan dan perkebunan milik petani.
Pantauan Borneonews, disejumlah kawasan di dalam kota Buntok, puluhan rumah penduduk sudah terendam.
Warga yang rumahnya sudah kemasukan air nampak terlihat sibuk mengevakuasi barang-barang perabotan rumah tangga milik mereka ke bagian yang dianggap lebih aman.
“Kita membuat undagkan atau semacam menyusun papan di dalam rumah untuk menempatkan sejumlah perabotan rumah tangga agar tidak terndam air,” kata Barutung warga daerah Labanen Raut Matiti Buntok kepada Borneonews, Minggu (6/3/2016).
Ia mengatakan, hal tersebut karena sejak tadi malam (Sabtu malam) rumah sudah dimasuki air yang kedalamannya mencapai tiga centimeter.
Dengan kondisi seperti itu, pihaknya sudah terbiasa dengan datangnya banjir musiman yang saban tahun terjadi. Ya kita sudah mengerti betul apa yang harus mereka lakukan bila banjir datang, terutama soal evakuasi terhadap perabotan rumah tangga.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barsel, Mandiodi mengatakan, Posko Banjir telah dibuka sejak sebulan lalu. Dan pihaknya mulai menginventarisasi sejumlah kawasan rawan banjir di kota Buntok dan sekitarnya.
“Inventarisasi dimaksud agar saat memberikan bantuan banjir kepada warga akan mudah,” ucapnya. (UR/B-7).


