SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati  Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor sangat menyayangkan masih banyaknya Pustu yang kekurangan perawat, sementara tercatat ada sebanyak 1.474 orang perawat di wilayah ini.

Jumlah perawat tersebut adalah yang terdaftar sebagai anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) se- Kalimantan Tengah dan tercatat di sistem informasi manajemen keanggotaan (SIMK) PPNI.

"Jumlah perawat sebanyak itu masih saya temukan beberapa Pustu di desa itu belum ada perawatnya," sebutnya saat menghadiri Seminar Nasional Keperawatan dan Rapat Kerja Wilayah, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Kalimantan Tengah, di Aquarius Boutique Hotel Sampit, pada Minggu, 12 Maret 2023.

Dia mengklaim, sebenarnya bukan karena kurangnya SDM tapi karena kebanyakan perawat tidak sanggup bekerja di daerah pedalaman atau desa terpencil.

"Kenapa, karena masih blank spot, tidak ada listrik dan fasilitas lainnya yang sangat terbatas, juga karena luasnya Kotim ini ada posisinya yang masih sangat jauh sekali, seandainya ada tidak lama mereka pindah," ungkapnya.

--page

Menurutnya, hal ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah karena merawat orang sakit memerlukan keahlian, sebab tidak mungkin jika hanya untuk berobat saja masyarakat desa yang posisinya sangat jauh harus memerlukan waktu lama untuk menuju dan mendapatkan perawatan karena terkendala ketiadaan perawat di desa setempat.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah menggalakan agar bagaimana penduduk setempat dibantu biaya sekolah keperawatan supaya dia bertugas di tempat tinggalnya.

"Saya mengajak masyarakat desa untuk sekolah keperawatan karena kesehatan ini krusial kalau tidak ada perawatnya bagaimana mereka berobat"pungkasnya. (NOOR ANNISA/Y)