BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha Nasional H Abdul Rasyid AS, sangat atensi terhadap keindahan dan kebersihan Kota Pangkalan Bun, bahkan ia turun langsung meninjau proses pekerja yang membersihkan sudut kota.
Kepedulian H Abdul Rasyid AS tersebut, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Bambang Suherman.
Menurut Bambang Suherman, Abdul Rasyid Owner CBI Grop turun langsung ke beberapa titik di kota Pangkalan Bun, hanya untuk mempercantik estetika kota Pangkalan Bun, bahkan pengusaha yang telah sukses di tingkat Nasional ini, merangkul pekerja serabutan.
"Saya mengapresiasi Bapak Abdul Rasyid yang begitu peduli terhadap kemajuan Kotawaringin Barat, bukan saja pemikiran yang beliau sumbangkan untuk daerah, bahkan anggarannya pun beliau (Abdul Rasyid, red) menyiapkan juga, ini sangat luar biasa, tentunya kami sangat bangga memiliki putra asli daerah yang begitu besar andilnya bagi pembangunan daerah, " Kata Bambang Suherman, kepada awak media, Senin, 13 Maret 2023.
Menurutnya, estetika kota Pangkalan Bun memang harus di tata kembali, agar kota Pangkalan Bun kembali memancarkan keindahan dan kebersihan.
--page
Ia meyakini dengan turunnya langsung Abdul Rasyid membidik keindahan kota Pangkalan Bun, pastinya ada alasan tersendiri. Namun demikian ini merupakan kepedulian yang patut di contoh.
"Kota Pangkalan Bun merupakan kota kunjungan wisatawan, bahkan kota yang tengah berkembang di bidang industri, sangat wajar banyak investor yang membidik Kobar, bahkan sesaat lagi Hotel termegah di kota Pangkalan Bun milik Abdul Rasyid akan di resmikan, tentu harus di imbangi dengan estetika kota yang cantik," ungkapnya.
Dengan melibatkan pekerja serabutan, menurut Bambang Suherman, suatu langkah yang tepat karena memberikan peluang pekerjaan, dan hal ini seharusnya menjadi contoh bagi pemerintah daerah Kobar.
"Hal ini mestinya ditangkap oleh pemerintah daerah sebagai solusi untuk memperindah mempercantik, keindahan kota manis Pangkalan Bun dengan melibatkan pekerjaan yang berstatus serabutan," pungkasnya. (DANANG/H)









