PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan banyak program BPDPKS yang dapat diakses oleh petani kelapa sawit di Sumatera Utara.

Hal ini seperti disampaikannya dalam rilis pada Senin, 13 Maret 2023 mengenai program Bina Industri Koperasi Sejahtera atau Bikopra di Sumatera Utara.

"Kami di BPDPKS memiliki berbagai program yang bisa diakses masyarakat Sumatera Utara," katanya saat memberikan sambutan.

Program tersebut antara lain pembangunan sumber daya manusia yang antara lain pemberian beasiswa untuk belajar sawit. Kemudian program dukungan kegiatan riset, peremajaan kelapa sawit, sarana dan prasarana, dan program hilirisasi hingga dukungan program B 35.

"Kegiatan bimbingan teknis UMKM Bikopra ini merupakan bagian dari program kemitraan sesuai dengan tugas BPDPKS yakni menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana yang berasal dari pungutan ekspor kelapa sawit Indonesia," katanya lagi.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat atau Aspekpir, Setiyono mengatakan program Bikopra yang digagas Aspekpir dan bekerjasama dengan BPDPKS ini didedikasikan untuk seluruh anggota di Indonesia maupun petani kelapa sawit lainnya, termasuk di Sumatera Utara.

Program Bikopra ini menurutnya sudah memiliki pilot project di Riau dengan memanfaatkan limbah sawit dan menghasilkan pakan ternak sehingga mampu melakukan budidaya ternak sapi.

"Desa tersebut telah menjadi salah satu andalan untuk memasok kebutuhan daging di wilayah sekitar desa. Keberhasilan di desa itu menjadi inspirasi bagi Aspekpir untuk dikembangkan ke desa-desa lainnya melalui program Bikopra yang didukung oleh BPDPKS," tutur Setiyono.

--page

Kegiatan ini sangat penting bagi Sumatra Utara mengingat potensinya yang sangat besar yang memiliki penyebaran perkebunan kelapa sawit di 15 Kabupaten, dengan luas areal perkebunan kelapa sawit mencapai kurang lebih dari 1,3 Juta hektare. (TESTI PRISCILLA/R)