BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Ajteh mengaku tak sependapat dengan wacana pemilu legislatif dengan sistem proporsional tertutup yang saat ini sedang bergulir.
Ia menyebut sistem proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi berdemokrasi. Menurutnya sistem proporisonla terbuka yang sudah berjalan ini sudah tepat.
"Dengan proporsional terbuka, maka masyarakat mengerti cara memaknai berdemokrasi dengan cara yang benar. Memilih calon yang benar-benar sesuai pilihannya," tulisnya, Senin 13 Maret 2023.
Politisi senior NasDem ini mengatakan dengan proporsional terbuka maka masyarakat bisa memilih figur secara langsung. Bukan mendelegasikan hak memilihnya kepada partai politik.
"Kalau tertutup, maka itu namanya demokrasi pura-pura," imbuhnya. Dia menegaskan siapa bilang sistem terbuka akan membuat money politic semakin kencang.
"justru yang membedakan hanya sedikit, kita disesatkan seolah-olah dengan sistem terbuka, maka figur calon membayar masyarakat untuk memilih dia, sehingga siapa yang punya uang banyak maka dia yang akan terpilih. Buktinya ada tukang becak atau tukang gojek yang jadi caleg terpilih," ia mencontohkan.
Di sisi lain dia juga mencontohkan banyak figur yang banyak uang justru tidak terpilih. Jadi bukan itu barometernya. Sistem tertutup mgkin saja justru calegnya yang bayar ke parpol biar dapat nomor urut pertama atau kedua.
--page
"Jadi saya sama sekali tidak mendukung yang tertutup. Itu membuat politisi-politis kita tidak siap untuk berkompetisi dengan gentle atau bersaing sehat. Jadi rakyat butuh figur bagus. Adalah tugas parpol membuat figur-figuir yang masuk jadi calegnya menjdi pengurus parpol yang loyal dan kredibel," tegasnya.
Farida berharap pemerintah tetap konsisten dengan tujuan akhir dari amanah konstitusi yang menyebutkan kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat, bukan di tangan pengurus partai politik.
Ia berdoa semoga saja para hakim Mahkamah Kontitusi diberi Tuhan hikmat bijaksana dalam memutuskan gugatan perkara yang sedang ditanganinya saat ini. (ROKIM/R)









