Sebanyak 7.924 warga Kabupaten Kotawaringin Timur berstatus sebagai pengangguran. Mereka yang sebagian besar hidupnya bergantung pada keluarga itu berada dalam kelompok usia produktif dengan latar belakang pendidikan beragam.


“Mulai SLTA hingga sarjana. Angka tersebut tercatat hingga 2016 ini,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kotim, Bima Ekawardana, Senin (7/3/2016).


Masih tingginya angka pengangguran di daerah yang berjuluk Bumi Habaring Hurung itu karena masih belum maksimalnya jaringan kemitraan antara pihak perusahaan dengan pemerintak kabupaten dalam penyaluran tenaga kerja.


“Kendala yang dihadapi adalah belum terbinanya pelayanan penempatan tenaga kerja, serta belum adanya pendekatan dan kerjasama dengan perusahaan di Kotim,” ungkapnya.


Padahal, lanjutnya, pihak Pemkab telah mengupayakan melakukan pembinaan keterampilan melalui berbagai macam pola pelatihan. Namun kebanyakan lulusannya mencari kerja sendiri.


Setiap tahun ada sekitar 700 orang lebih calon tenaga kerja yang mendapat pelatihan di berbagai bidang yang tersedia.


“Angka ini terus bertambah setiap tahunnya, tapi bukan dikarenakan kurangnya lapangan kerja tapi lebih kepada tingginya angka eksodus penduduk luar di wilayah ini,” ujar Bima.


Pelatihan bertujuan bisa memberikan keterampilan kepada calon tenaga kerja. Jadi calon tenaga kerja tidak hanya mengandalkan lapangan pekerjaan yang tersedia, tapi justru bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.


“Saya harapkan mereka bisa mandiri dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri, kendati banyak yang mengaku terkendala masalah permodalan,” tandasnya. (RAFIUDIN/m)