LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mulai melakukan mitigasi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus Flu Burung Clade Baru.

Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau, Rosmawati menjelaskan, pihaknya mulai membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) yang bertugas meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran penyakit Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) Sub Type H5N1 Clade 2.3.4.4b

“Kita akan mengintensifkan tim surveilans dan Tim Gerak Cepat terutama dalam mendeteksi sinyal epidemiologi di lapangan,” ujar Rosmawati di Nanga Bulik, Selasa, 14 Maret 2023.

Mitigasi penyakit menular dilakukan juga dengan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk sama-sama mencegah peningkatan kasus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) yang bersifat zoonosis.

Selain itu, pihaknya akan kembali mengaktifkan Partisipatory Disease Surveilans dan Respon (PDSR) dengan melakukan penelusuran dan merespons apabila ada laporan dengan ditemukan kasus yang mengarah kepada Avian Influenza tersebut.

--page

Selanjutnya, Dinkes Kabupaten Lamandau juga telah melakukan kesiapsiagaan dari sisi klinis fasilitas kesehatan termasuk di rumah sakit, Puskesmas, klinik hingga organisasi profesi terkait kesehatan.

“Sejumlah fasilitas kesehatan disiagakan untuk penatalaksanaan kasus suspek flu burung sesuai dengan pedoman yang berlaku. Meningkatkan kapasitas Laboratorium untuk pemeriksaan sampel dari kasus dengan suspek,” katanya.

Hingga saat ini, kata dia, kasus Flu Burung Clade Baru di Kabupaten berjuluk Bumi Bahaum Bakuba ini masih belum terdeteksi, namun hal itu perlu dilakukan mitigasi komprehensif.

“Untuk kasus sejauh ini kita belum temukan, namun kami terus pantau dan koordinasi terkait perkembangan kasus ini,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kemudian pihaknya meminta melaporkan kepada petugas kesehatan setempat bila ada kematian unggas secara mendadak dalam jumlah yang banyak.

“Apabila masyarakat mengalami gejala Flu Burung dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata dia.

Terpisah, salah satu peternak unggas di Nanga Bulik, Heri Sugandi mengaku belum mengetahui adanya penyebaran wabah Flu Burung varian baru tersebut. Ia menyebut penjualan ayam ternak miliknya masih normal.

“Belum tau mas, sejauh ini masih normal saja,” bebernya. (HENDI NURFALAH/Y)