BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalteng Aryawan menilai Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran penting dalam menekan angka stunting.
“Keberadaan Pokjanal Posyandu sangat berperan penting dalam penurunan angka stunting yang belakangan ini gencar dibicarakan di dunia Kesehatan,” ungkapnya saat membacakan sambutan Sekda Kalteng, saat Rapat Tim Pokjanal Posyandu di M Bahalap Hotel, Selasa, 14 Maret 2023.
Ia mengungkapkan dari Studi Kasus Gizi Balita Indonesia (SSGBI) prevalensi di tahun 2019 mencapai 32,3 persen dan berdasarkan hasil studi tahun 2022 angka prevalensi turun menjadi 26,9 persen.
“Target di tahun 2024 adalah 15,38 persen,” tegasnya.
Hasil studi tersebut sebanding lurus dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan setiap lima tahun sekali.
--page
Data menunjukan angka prevalensi stunting di Provinsi Kalteng trennya turut mengalami penurunan yaitu 41,3 pada tahun 2013 dan 34 persen pada tahun 2018.
Dilaporkan, pertemuan rapat tim Pokjanal dihadiri Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng terkait, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP-PKK Provinsi Kalteng Hj. Nunu Andriani Edy Pratowo, serta Para Pejabat Administrator di lingkungan Dinas PMD Provinsi Kalteng. (HERMAWAN DP/Y)









